Jakarta, tvOnenews.com - Pengalaman pahit harus dirasakan oleh Amsal Sitepu, seorang pegiat ekonomi kreatif yang sempat mendekam di balik jeruji besi selama 131 hari.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu alasan mengapa persoalan hukum yang membelitnya memakan waktu sangat lama adalah karena minimnya literasi terkait akses perlindungan dan pendampingan hukum.
Pernyataan ini ia sampaikan usai menghadiri pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, pada Kamis (2/4).
“Salah satu yang membuat permasalahan saya ini jadi agak berlarut karena ketidaktahuan saya. Kalau saya tahu ini dari awal, saya tidak sampai 131 hari di dalam,” ujar Amsal di hadapan media.
Amsal sebelumnya terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi terkait proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Meskipun pekerjaan video tersebut telah ia selesaikan sepenuhnya, nilai anggaran produksinya justru dipermasalahkan oleh aparat penegak hukum.
Setelah melalui proses persidangan yang melelahkan, pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis bebas terhadapnya.
Majelis hakim menyatakan bahwa unsur tindak pidana korupsi sama sekali tidak terbukti dalam perkara yang dijalani Amsal.
Ia mengakui bahwa dirinya baru menyadari adanya berbagai kanal pengaduan serta layanan bantuan hukum dari pemerintah bagi para pelaku ekonomi kreatif setelah terlanjur masuk ke dalam sistem peradilan.
Belajar dari kasus ini, Amsal mengimbau rekan-rekan sejawatnya untuk lebih peduli pada aturan main dan perlindungan hukum, bukan sekadar memikirkan estetika karya.
“Kita harus lebih aktif lagi, jangan terfokus hanya kepada karya kita. Kita coba melihat apa saja layanan yang bisa kita pergunakan,” tuturnya.
Amsal berharap agar kasus yang menimpanya tidak mematikan semangat kreativitas di tanah air, melainkan menjadi bahan perbaikan bagi ekosistem industri kreatif secara keseluruhan.
“Jangan lihat proses ini sebagai sebuah masalah, tapi sebagai evaluasi bagaimana supaya ekonomi kreatif di Indonesia bisa berkembang,” kata Amsal.
Ia juga memberikan suntikan semangat bagi generasi muda agar tetap berani menciptakan karya-karya baru meskipun tantangan yang dihadapi tidaklah mudah.




