Macron Minta Trump Serius Tangani Perang Iran: Jangan Banyak Omong

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyindir sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang tidak konsisten dalam menangani perang Iran.

Menurut Macron, perang Iran memerlukan pendekatan yang serius dan tidak berubah-ubah setiap hari.

“Ini bukan pertunjukan. Kita sedang membicarakan perang dan perdamaian serta nyawa manusia,” ujar Macron kepada para jurnalis setibanya di Korea Selatan dalam kunjungan kenegaraan, dikutip dari BBC, Jumat (3/4/2026).

“Jika ingin bersikap serius, Anda tidak mengatakan hal yang berlawanan setiap hari dengan apa yang Anda katakan sehari sebelumnya,” imbuh Macron menjawab pertanyaan mengenai perang AS-Israel di Iran, yang kini telah memasuki bulan kedua.

Macron juga menilai seharusnya Trump tidak banyak bicara dan sebaiknya membiarkan situasi mereda dengan sendirinya.

"Dan mungkin Anda tidak perlu berbicara setiap hari. Sebaiknya biarkan situasi mereda dengan sendirinya," katanya.

Baca Juga

  • Trump Sebut AS Akan Tinggalkan Perang dalam 2-3 Minggu, Iran Tolak Negosiasi
  • Trump Murka Terhadap Sekutu yang Pasif soal Iran: Cari Minyakmu Sendiri!
  • Iran Ancam Serang Kantor Google-Meta Cs, Tuding Terlibat Operasi Intelijen AS

Adapun, Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya telah mendukung beberapa operasi AS di kawasan Timur tengah. Namun, sejauh ini menolak untuk terseret lebih jauh ke dalam perang yang melibatkan AS-Israel dan Iran sejak akhir Februari 2026.

Trump dan pemerintahannya sejauh ini menyampaikan pesan yang tidak konsisten mengenai konflik Iran, terkadang menyatakan bahwa gencatan senjata sudah dekat, bahwa perang telah dimenangkan, atau bahwa AS akan terus berperang.

Melansir The Guardian, Macron juga menilai bahwa membuka kembali Selat Hormuz dengan kekuatan militer tidak realistis. Menurutnya, langkah tersebut justru akan membuat angkatan laut rentan terhadap serangan Iran.

Dia mengatakan, pengamanan selat yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut hanya bisa dilakukan melalui koordinasi dengan Iran setelah tercapainya gencatan senjata.

Macron juga mengkritik pernyataan-pernyataan Trump mengenai NATO justru melemahkan aliansi militer tersebut.

Trump dalam berbagai wawancara melontarkan komentar merendahkan NATO dengan menyebutnya sebagai macan kertas serta mengancam akan menarik AS keluar dari NATO.

Trump secara khusus mengkritik NATO karena menolak memenuhi tuntutannya untuk mengamankan Selat Hormuz dengan kekuatan militer, yang memicu kemarahan para pemimpin Eropa.

Terkait hal tersebut, Macron memperingatkan Trump bahwa keraguan komitmen AS terhadap NATO akan mengikis esensi dasar aliansi tersebut.

"Saya percaya bahwa organisasi dan aliansi seperti NATO ditentukan oleh hal-hal yang tidak diucapkan—yakni kepercayaan yang mendasarinya, dan hal ini sering kali berlaku, terutama dalam urusan militer dan strategis,” kata Macron.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesimpulan Rapat Komisi III Terkait Kasus Amsal, Jamwas Diminta Evaluasi Kejari Karo
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Trump Kembali Serang Iran, Hancurkan Jembatan Tertinggi di Timur Tengah
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Lama Gak Muncul di Layar Kaca, Nicky Tirta Makin Fokus di Dunia Kuliner
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Api di Cimuning, Nyaris Tanpa Jarak dengan Warga
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.