Terkini, Manado — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026, tidak hanya merusak infrastruktur umum, tetapi juga sejumlah fasilitas olahraga. Peristiwa tersebut juga menyebabkan satu korban jiwa di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa utama terjadi pada pukul 06.48 WITA dengan pusat gempa berada di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Hingga beberapa jam setelah gempa utama, tercatat puluhan gempa susulan yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Salah satu fasilitas olahraga yang terdampak adalah Gedung Olahraga (GOR) Robert Wolter Mongisidi yang berada di kompleks Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Manado.
Pada bangunan tersebut, bagian kanopi di Hall B dilaporkan runtuh akibat guncangan gempa.
Insiden runtuhnya kanopi tersebut menimpa seorang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama Deice Lahia (69) yang berada di lokasi saat kejadian. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat tertimpa material bangunan.
Meski demikian, secara umum struktur utama gedung olahraga tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan berat. Namun kejadian tersebut menjadi perhatian karena fasilitas olahraga merupakan bagian dari infrastruktur publik yang sering digunakan masyarakat dan atlet untuk kegiatan olahraga dan pembinaan prestasi.
Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara memastikan tidak ada kerusakan fasilitas olahraga maupun korban jiwa di wilayah Maluku Utara akibat gempa tersebut. Kondisi ini dinilai cukup melegakan di tengah kekhawatiran dampak gempa yang lebih luas.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut serta berharap kondisi daerah terdampak segera pulih.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan rasa duka mendalam, terutama bagi keluarga korban jiwa dan juga korban material. Saya mendoakan agar kondisi kembali pulih segera dan Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan bagi kita,” ujar Marciano Norman.
Ia juga mengimbau seluruh insan olahraga, termasuk atlet, pelatih, ofisial, serta pengurus olahraga di berbagai daerah, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan namun tetap melanjutkan aktivitas pembinaan olahraga secara bertahap setelah kondisi dinyatakan aman.
Di sisi lain, Sulawesi Utara dijadwalkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II tahun 2026.
Ajang olahraga nasional tersebut akan mempertandingkan delapan cabang olahraga bela diri, yakni anggar, hapkido, kick boxing, kurash, muaythai, tinju, yongmodo, serta bela diri campuran amatir.
Pascagempa, pemerintah daerah dan pengurus olahraga diharapkan melakukan evaluasi terhadap kelayakan fasilitas olahraga yang akan digunakan dalam ajang tersebut guna memastikan keselamatan atlet dan ofisial saat pelaksanaan kegiatan olahraga nasional nanti.




