JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Senior INDEF, Aviliani, menegaskan bahwa pemerintah harus melihat kebijakan secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan pandangan investor dan lembaga rating global.
Menurut Aviliani, proyeksi penurunan rating menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap fiskal Indonesia belum sepenuhnya kuat.
“Artinya pemerintah tidak bisa hanya percaya diri bahwa kita udah bagus-bagus aja, nggak akan mungkin di atas 3 persen. Tapi kan mereka punya hitungan tersendiri. Nah oleh karena itu, mungkin di sini adalah pemerintah perlu menyampaikan hal yang sebenarnya gitu,” ungkap Aviliani.
Ia mengingatkan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan optimisme tanpa memperhatikan perhitungan pihak eksternal.
Jika kepercayaan menurun, dampaknya bisa berantai ke berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya itu, potensi keluarnya dana asing juga bisa menekan nilai tukar rupiah.
"Kalau mereka tidak percaya, mereka akan tarik dana asing. Artinya apa? Rupiah kita bisa melemah, dan tugas BI-nya juga berat,” katanya.
Pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor. Aviliani menilai pemerintah perlu merespons dengan kebijakan yang lebih terbuka dan terukur.
Ke depan, ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/9DI00APczvU
#iran #USA #indonesia
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- aviliani
- ekonomi
- indonesia
- investor
- rupiah





