BENGKALIS, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau belum sepenuhnya terkendali.
Hingga Kamis (2/4/2026), api masih aktif membakar lahan di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, bahkan dilaporkan mulai mengarah ke kawasan permukiman warga.
Tim gabungan dari berbagai daerah operasi dikerahkan untuk menahan laju api yang terus bergerak akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga: Karhutla Riau Sudah 2.713 Hektare, Alarm Dini Ancaman El Nino 2026 Mulai Terlihat
Upaya pemadaman difokuskan agar kebakaran tidak meluas dan berdampak langsung pada masyarakat.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan saat ini penanganan di Desa Titi Akar melibatkan tim lintas wilayah.
Mereka berasal dari Daerah Operasi (Daops) Sarolangun, Musi Banyuasin, dan Dumai.
“Lokasi pemadaman Desa Titi Akar saat ini masih ditangani tim dari Daops Sarolangun, Musi Banyuasin, dan Dumai. Manggala Agni fokus menyekat pergerakan api menuju permukiman,” ujar Ferdian dikutip dari Info Publik.
Peran Manggala Agni menjadi krusial dalam situasi ini. Selain melakukan pemadaman langsung, tim juga menerapkan strategi sekat untuk mencegah api merambat ke wilayah yang lebih luas, terutama ke area permukiman penduduk.
Di lapangan, proses pemadaman dilakukan dengan kombinasi peralatan sederhana namun efektif, seperti pompa air dan pompa punggung.
Metode ini digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses kendaraan besar.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah. Ferdian mengungkapkan, tim menghadapi sejumlah kendala serius, terutama faktor cuaca dan keterbatasan sumber daya air.
“Kendala di lapangan antara lain angin kencang dan sumber air yang minim, sehingga pemadaman dilakukan dengan kombinasi pompa dan pompa punggung,” katanya.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/Info Publik
- karhutla Riau 2026
- kebakaran hutan Riau
- Bengkalis kebakaran
- Titi Akar Rupat Utara
- water bombing Riau
- Manggala Agni





