Bukan Sekadar Pajangan, Dedi Mulyadi Sebut Budaya Cirebon Bisa Jadi Mesin Pencetak Uang

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menekankan bahwa kebudayaan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata dalam pembangunan daerah. 

Saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cirebon pada Kamis (2/4), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa jati diri lokal harus menjadi fondasi utama sekaligus mesin penggerak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurut Dedi, warisan leluhur jangan hanya dijadikan sebagai pajangan sejarah atau simbol masa lalu, melainkan harus dikelola secara kreatif agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 

Ia percaya bahwa wilayah yang berani menonjolkan karakter budayanya akan memiliki posisi tawar dan daya saing yang jauh lebih kuat.

“Ketika budaya bisa diartikulasikan dengan baik, sebuah daerah akan tumbuh menjadi kabupaten yang kaya,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan awak media.

Dalam pandangannya, Cirebon memiliki modal yang sangat besar untuk tumbuh menjadi pusat peradaban yang makmur. 

Keberadaan keraton-keraton bersejarah serta pengaruh besar tokoh seperti Sunan Gunung Jati merupakan aset tak ternilai yang harus dioptimalkan. 

Dedi pun mendorong adanya penataan arsitektur yang mencerminkan kekhasan "Cirebonan" agar identitas daerah semakin terlihat nyata.

Dedi berharap Cirebon bisa belajar dari kesuksesan Yogyakarta dan Bali yang telah berhasil membangun ekosistem pariwisata berbasis karakter masyarakat dan budaya yang sangat kuat.

“Cirebon memiliki kekuatan besar dari sisi budaya. Ini harus menjadi simbol pembangunan dengan semangat dan kebudayaan Kacirebonan,” tegasnya.

Terkait peta jalan pembangunan di Jawa Barat, Dedi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah provinsi tengah fokus pada pemerataan infrastruktur jalan yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026. 

Barulah pada tahun 2027, fokus akan beralih pada penguatan citra atau branding wilayah berbasis budaya, termasuk penataan wajah perkotaan di Cirebon.

Di sisi lain, Bupati Cirebon, Imron, menyambut baik visi tersebut. Baginya, momen Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon tahun ini harus menjadi titik balik untuk melakukan refleksi mendalam mengenai arah pembangunan ke depan.

Imron berpendapat bahwa kemajuan zaman tidak boleh menghapus identitas asli daerah, melainkan harus berjalan beriringan.

“Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur harus tetap dijaga dan diintegrasikan dalam pembangunan modern,” ucap Imron. (ant/dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Serukan Sekutu AS Tunjukkan Keberanian-Bantu Buka Selat Hormuz
• 22 jam laludetik.com
thumb
Siapkan Serangan Baru, Trump Sesumbar Bikin Iran Balik ke Zaman Batu
• 22 jam laludetik.com
thumb
Pemda Diminta Pangkas Perjalanan Dinas, Pramono Perketat Izin Anak Buahnya
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
BP-AKR Buka Suara soal Kebijakan Pemerintah Menahan Harga BBM
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.