Jatuh dari Kapal, Nelayan Garut Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Selatan

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON — Seorang nelayan bernama Galih (25) yang dilaporkan terjatuh dari kapal di Perairan Cipalembuan, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Kamis (2/4/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 12.08 WIB oleh tim SAR gabungan sejauh kurang lebih 1,3 mil laut dari lokasi kejadian awal (LKP). Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka oleh tim yang terlibat dalam operasi tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan korban berhasil ditemukan setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan sejak laporan diterima. 

“Korban ditemukan pada hari kedua operasi dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,3 mil laut dari lokasi kejadian awal,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh dari Kapal Nelayan AAL saat berada di Perairan Cipalembuan.

Kejadian pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Arif. Saat itu, saksi tengah memasang jaring di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian. Perahunya kemudian ditabrak oleh perahu lain. 

Baca Juga

  • Lonjakan Pengangguran di Garut Jelang Lebaran Picu Kekhawatiran
  • Garut Catat Kenaikan Trafik Data Tertinggi saat Lebaran 2026

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui perahu yang menabrak tersebut adalah milik korban dalam kondisi tanpa awak.

Menyadari adanya kejanggalan, saksi segera mengevakuasi perahu korban ke Pelabuhan Cipunaga. Dia kemudian meminta bantuan nelayan lain di sekitar lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban yang diduga terjatuh ke laut.

Laporan resmi terkait kejadian tersebut diterima oleh Satpolairud Polres Garut pada Rabu (1/4/2026) pagi. Selanjutnya, laporan diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Setelah menerima laporan pada pukul 12.46 WIB, Kantor SAR Bandung langsung melakukan koordinasi dengan Satpolairud Polres Garut guna memvalidasi informasi. Tim rescue kemudian diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen sekaligus memulai operasi pencarian.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, Satpolairud Polres Garut, serta nelayan setempat. Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu nelayan di sekitar lokasi kejadian.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan pada radius sekitar 1,3 mil laut dari titik awal kejadian. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa.

Setelah proses evakuasi selesai, operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 14.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Ade Dian Permana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian, termasuk masyarakat nelayan yang turut membantu sejak awal kejadian. 

Dia menegaskan, sinergi antarunsur menjadi kunci dalam percepatan penanganan kejadian di laut.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para nelayan agar lebih memperhatikan aspek keselamatan saat melaut. Penggunaan alat keselamatan dan kewaspadaan terhadap kondisi di laut dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

"Imbauan tersebut kembali ditekankan sebagai langkah preventif, mengingat tingginya risiko aktivitas di laut, terutama pada malam hari dan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu," kata Ade.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulgaria pastikan tidak ikut operasi militer di Selat Hormuz
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Panglima TNI Telepon Pasukan UNIFIL, Instruksikan Perkuat Keamanan Prajurit
• 54 menit lalutvrinews.com
thumb
Perselisihan Berakhir dengan Tewasnya Pemuda Akibat Pisau Lipat
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Drone Iran Bakar Kilang Minyak Inggris di Irak, AS Klaim Gempur Gudang Senjata Iran
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Terlarang Disalahgunakan Menjadi Liburan, WFH ASN Dievaluasi dalam Dua Bulan
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.