Hati-hati, Udara Jakarta Tak Sehat bagi Kelompok Sensitif

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kualitas udara DKI Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sehingga masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah.

Berdasarkan laman IQAir pada Jumat pagi, 3 April 2026, pukul 05.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada pada poin 115 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik atau 8,2 lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap, dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Selain mengenakan masker bagi kelompok sensitif, rekomendasi kesehatan lain yaitu menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Baca Juga :

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan
Adapun kualitas udara Jakarta tercatat berada pada urutan kelima terburuk di Indonesia setelah Serpong dengan poin 165, Tangerang Selatan (142), Surabaya (142), dan Bandung (122).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respons cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di Ibu Kota saat musim kemarau yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau, meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Ilustrasi polusi udara. Foto: MI/Usman Iskandar.

Selain itu, Pemprov DKI juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Pemprov DKI, adapun pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krisis Energi Picu Ancaman bagi Pertanian, Biaya BBM dan Traktor Berpotensi Naik
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Polda Jateng Ungkap Kasus LPG Subsidi Oplosan, 2 Pelaku Ditangkap
• 5 jam laludetik.com
thumb
Data Terbaru Jumlah Saham Intiland DILD Milik Lo Kheng Hong April 2026
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kayu Hanyutan Banjir Aceh dan Sumatera Dimanfaatkan jadi Material Huntara Warga Terdampak Bencana
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Eks Kajari HSU Diduga Sembunyikan Aset, Nama Orang Lain Dicatut
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.