Grid.ID - Inilah makna Happy Easter di perayaan Paskah. Ternyata masih banyak yang masih keliru.
Tidak semua orang memahami makna sebenarnya dari ucapan Happy Easter dalam perayaan Paskah. Istilah ini sering diucapkan dan sudah melekat erat dengan momen Paskah.
Hari Paskah sendiri merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat Kristiani, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pada momen suci ini, umat Kristiani mengenang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Pada tahun tersebut, perayaan puncak Paskah jatuh pada Minggu, 5 April 2026. Lalu, apa sebenarnya arti dari ucapan Happy Easter?
Secara umum, frasa tersebut dapat diartikan sebagai “Selamat Hari Paskah”. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, terdapat perbedaan penggunaan antara ucapan Happy Easter dan Happy Passover.
Mengutip dari paskah.sabda.org, kata Easter berasal dari bahasa Inggris yang berakar dari bahasa Proto-Germanic yang berarti “bangkit” atau “terbit”.
Dalam bahasa Jerman modern terdapat kata “oest”, sementara dalam bahasa Inggris dikenal “east” yang berarti timur, arah terbitnya matahari yang melambangkan bangkitnya terang dari kegelapan. Hal inilah yang menjadi dasar istilah Easter.
Makna tersebut tidak hanya merujuk pada kebangkitan Yesus dari kematian, tetapi juga pada kenaikan-Nya ke surga serta harapan kebangkitan umat bersama-Nya di akhir zaman. Meski demikian, ada pula pandangan yang meragukan bahwa kata Easter berasal dari nama dewi kesuburan seperti Oestar (Jermanik) atau Ishtar (Babilonia).
Kedua sosok tersebut dikenal sebagai simbol kesuburan, musim semi, kehidupan baru, dan pembaruan. Dalam beberapa penafsiran, nama Ishtar juga dikaitkan dengan tokoh Alkitab bernama Esther yang rela mengorbankan dirinya demi bangsanya.
Sebagian orang bahkan menilai Happy Easter berkaitan dengan perayaan pagan terhadap dewi kesuburan tersebut. Sementara itu, Happy Passover lebih merujuk pada ucapan selamat bagi mereka yang merayakan Paskah, yang dalam bahasa Indonesia juga berarti “Selamat Paskah”.
Ada pula anggapan bahwa Easter berkaitan dengan kisah kebangkitan Ishtar, bukan kebangkitan Yesus Kristus. Karena itu, muncul pandangan bahwa ucapan yang tepat untuk Paskah adalah Happy Passover Day, khususnya bagi umat Nasrani.
Pendapat lain menyebutkan bahwa Passover merujuk pada kebangkitan Yesus yang mengalahkan maut, sedangkan Easter dianggap sebagai perayaan kebangkitan dewa tertentu yang disimbolkan dengan telur. Namun demikian, menurut situs Katolisitas.org, penggunaan ucapan Happy Easter sebenarnya tidak keliru.
Dijelaskan bahwa istilah tersebut bukan berasal dari Ishtar, melainkan dari kata “Eostur” atau “erstehen” yang berarti kebangkitan, yakni kebangkitan Kristus. Hal serupa juga disampaikan oleh situs Inspirasi Rohani yang menyebut bahwa penggunaan kata Easter dalam Alkitab King James mengacu pada perayaan kebangkitan Yesus, bukan pada Passover.
Passover sendiri lebih terkait dengan perayaan tradisi Yahudi, sementara Easter merujuk pada kebangkitan Kristus dalam iman Kristen. Secara umum, Paskah berasal dari berbagai bahasa seperti Latin Pascha, Yunani Paskha, Aram Pasḥa, hingga Ibrani Pesakh, yang merupakan perayaan paling penting dalam kalender liturgi Kristen.
Bagi umat Kristen, Paskah erat kaitannya dengan Yesus Kristus yang disalibkan, wafat, dimakamkan, dan bangkit pada hari ketiga. Perayaan ini menjadi yang paling utama karena memperingati peristiwa paling sakral dalam kehidupan Yesus, sebagaimana tercatat dalam Injil.
Paskah juga dikenal dengan sebutan Minggu Kebangkitan atau Hari Kebangkitan. Selain itu, istilah Paskah juga merujuk pada masa liturgi gereja yang berlangsung dari Minggu Paskah hingga perayaan Pentakosta.
Hari Paskah sekaligus menandai berakhirnya masa Pra-Paskah yang diawali sejak 40 hari sebelum Kamis Putih, yang diisi dengan doa, pertobatan, dan refleksi.
Tanggal Paskah tidak tetap dan berubah setiap tahun karena ditentukan berdasarkan perhitungan tertentu, yakni hari Minggu pertama setelah bulan purnama yang jatuh setelah 21 Maret. Biasanya, Paskah dirayakan antara akhir Maret hingga April, tergantung pada siklus bulan.
Dalam bahasa Indonesia, istilah “Paskah” bisa merujuk pada dua makna, yakni Paskah Yahudi (Pesakh) dan Paskah Kristen (Paskha), berbeda dengan beberapa bahasa Eropa yang membedakan keduanya.
Dalam perkembangannya, berbagai unsur budaya seperti telur Paskah, kelinci Paskah, dan kartu ucapan turut menjadi bagian dari perayaan modern, yang dirayakan tidak hanya oleh umat Kristen, tetapi juga masyarakat luas. (*)
Artikel Asli




