Tangis Ammar Zoni di Sidang: Penyesalan Mendalam atas Kepergian Sang Ayah

tabloidbintang.com
6 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Ammar Zoni tak kuasa menahan air mata saat membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4). Dalam sidang tersebut, ia mengungkap rangkaian peristiwa pahit yang dialaminya, mulai dari jerat narkotika hingga kehilangan sosok ayah tercinta.

Aktor kelahiran 1993 itu menceritakan bagaimana ketergantungannya terhadap narkotika justru meningkat setelah ia bebas dari penahanan sebelumnya. Kondisi itu berujung pada penangkapan ketiga kalinya yang kembali menyeretnya ke balik jeruji besi.

"Setelah bebas dari penjara yang kedua kalinya, saya justru semakin adiktif sama narkotika. Hingga akhirnya saya mencari barang haram tersebut, sebulan kemudian saya masuk penjara untuk ketiga kalinya," kata Ammar Zoni.

Di tengah masa sulit tersebut, Ammar menerima kabar duka yang mengguncang hidupnya. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih menjalani masa penahanan. Dengan suara bergetar, ia mengenang sosok ayah yang selalu mendukungnya dalam berbagai kondisi.

"Tak lama kemudian saya mendapatkan kabar kalau orang yang saya sayangi, paling sabar, dan selalu ada dibelakang saya saat ada masalah yaitu ayah saya pergi untuk selama-lamanya," tambahnya.

Ammar mengaku dihantui rasa bersalah karena tidak berada di sisi sang ayah di saat-saat terakhir. Ia bahkan menduga kepergian ayahnya dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kondisi dirinya.

"Bapak pergi tanpa tahu anaknya tertangkap lagi. Bapak pergi membawa pertanyaan, ke mana anak sulungnya? Ke mana anak yang pernah membanggakannya? Bahkan sampai bapak menutup mata, saya tidak ada di sampingnya. Bahkan bapak sampai meninggal," ucapnya sambil menangis.

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai pukulan terbesar dalam hidupnya, terlebih setelah sebelumnya harus menghadapi perpisahan dengan sang istri, Irish Bella. Ayahnya diketahui meninggal pada usia 59 tahun akibat kanker hati stadium akhir.

Kesedihan Ammar semakin terasa ketika ia diizinkan menghadiri prosesi terakhir ayahnya dalam kondisi sebagai tahanan. Ia datang dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan, dikawal aparat bersenjata.

"Setelah bapak dikafani, akhirnya saya diberikan izin oleh Kapolres Barat untuk pulang sebentar menengok jenazah bapak dengan kedua tangan diborgol, memakai rompi tahanan, serta dikawal dengan laras panjang. Persis seolah-olah saya adalah teroris besar," jelasnya.

Dalam momen tersebut, Ammar hanya bisa menatap jasad sang ayah dan menangis tanpa mampu berbuat banyak.

Penderitaan Ammar belum berhenti. Saat menjalani proses hukum lanjutan di Rutan Cipinang, ia juga mendapat kabar bahwa mantan istrinya akan menikah kembali. Di sisi lain, jaksa penuntut umum menuntutnya dengan hukuman 12 tahun penjara, yang sempat membuatnya terpuruk secara mental.

"Ditambah pula saat itu saya masuk ke tuntutan JPU dengan menuntut 12 tahun penjara untuk seorang penyalahguna. Hampir saja saya gila," ujarnya.

Meski demikian, Ammar mengaku berusaha bertahan dengan mengingat pesan sang ayah untuk tetap kuat menjalani konsekuensi hidup. Hingga akhirnya, majelis hakim menjatuhkan vonis tiga tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan jaksa.

"Sejujurnya itu sangat berat bagi saya. Namun mengingat tuntutan yang tidak masuk akal bagi seorang penyalahguna, putusan itu patut saya syukuri," ujar Ammar Zoni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WFH Jadi Opsi Hemat Energi, Ekonom Soroti Efektivitas hingga Dampaknya | ROSI
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Wakil Ketua MPR Dorong Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus Terus Disempurnakan
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Israel Terapkan UU Hukuman Mati untuk Warga Palestina, Dikecam Internasional
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Video: Trump Ancam Bikin Iran Kembali ke Zaman Batu, Iran Tak Gentar
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dirut PLN Dorong ITPLN Jadi Kampus Transisi Energi Berdaya Saing Global
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.