JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyiapkan langkah untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) dari ancaman campak.
Program imunisasi khusus akan segera dijalankan setelah mendapat kejelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai studi efikasi vaksin campak bagi orang dewasa.
Hal yang menjadi perhatian utama karena selama ini, vaksin tersebut lebih dikenal untuk anak-anak.
"Jadi vaksinasi ini yang paling penting kan sebenarnya surat indikasinya. Itu kan untuk anak-anak, tapi sebenarnya ada studinya untuk orang dewasa. Kita minta dari klarifikasi dari BPOM dulu, bahwa vaksinasi ini memang ada studi efikasinya untuk orang dewasa," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Rabu (1/3/2026), dikutip Antara.
Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Bedanya Campak dan Rubella Menurut Dokter
Setelah mendapatkan kepastian dari BPOM, Kemenkes akan langsung bergerak cepat. Sasaran pertama adalah tenaga medis dan nakes yang berada di wilayah dengan tingkat kasus campak tertinggi.
Sepuluh daerah telah dipetakan sebagai prioritas awal, yakni Tangerang Selatan, Tangerang, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu, Serang, dan Jakarta Pusat.
Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko penularan di lingkungan fasilitas kesehatan, yang menjadi salah satu titik rawan penyebaran.
"Setelah dilakukan vaksinasi yang tinggi, kita evaluasi apakah ada potensi untuk menyebarkan ke daerah yang lainnya," kata Dante.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- imunisasi campak
- kasus campak
- vaksin campak
- campak
- penularan campak
- vaksin campak untuk nakes





