China Makin Ganas Bakar Uang Saat Amerika Sibuk Perang di Iran

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden China, Xi Jinping menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek untuk menyambut Tahun Kuda. (Tangkapan Layar CCTV via Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat Amerika Serikat (AS) sibuk berperang di Timur Tengah dan menggelontorkan uang untuk memperkuat amunisi militernya, China justru gencar memperkuat pendanaan startup lewat modal venture capital (VC), yang diproyeksi mencetak rekor baru pada Q1 2026.

Data industri menunjukkan, dalam dua bulan pertama tahun ini saja, komitmen modal baru ke dana VC sudah mencapai 86 miliar yuan. Angka tersebut sudah melampaui rekor sebelumnya sebesar 68,9 miliar yuan yang tercatat pada kuartal III-2021.


Kenaikan ini tak lepas dari strategi Beijing yang fokus pada sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, hingga komputasi kuantum.

Mengutip Reuters, mayoritas pendanaan kini didominasi oleh negara. Dari sekitar 1.200 dana VC baru yang terbentuk pada kuartal pertama, hampir seluruh investor utamanya berasal dari pemerintah dan perusahaan milik negara. Ini menandai pergeseran besar dalam ekosistem startup China.

"Dalam industri VC China, negara semakin maju sementara modal swasta mundur," kata Abraham Zhang, ketua China Europe Capital, dikutip dari Reuters, Kamis (2/4/2026).

Pilihan Redaksi
  • Kiamat Sudah Dekat, Cuma 5 Makhluk Ini Mampu Bertahan di Bumi
  • Perusahaan China Jadi Milik Amerika, Xi Jinping Tak Terima
  • Oposisi Taiwan Terima Undangan Xi Jinping Bertemu di China, Ada Apa?
  • Kejayaan Nvidia Mulai Runtuh, Taktik China Tak Main-main

Data Februari memperlihatkan, sepuluh investor terbesar di sektor VC seluruhnya didukung negara, dengan total investasi mencapai 33 miliar yuan atau sekitar setengah dari total pendanaan bulan itu.

Di sisi lain, pemerintah China juga terus memperkuat sistem pembiayaan. Pada akhir 2025, Beijing meluncurkan dana VC nasional bernilai miliaran dolar untuk mendanai teknologi strategis seperti antarmuka otak-komputer dan teknologi kuantum.

Perdana Menteri Li Qiang menegaskan komitmen pemerintah untuk menggandakan investasi di sektor ini, sekaligus memperluas pendanaan tahap awal bagi startup.

Namun, beberapa investor memperingatkan bahwa dominasi negara dalam pendanaan VC dapat mendistorsi alokasi modal dan memicu gelembung valuasi.

"Terlalu banyak uang dari pemerintah tidak sehat," kata William Xin, ketua Spring Mountain Pu Jiang Investment Management.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bias kebijakan dapat mengarahkan modal hanya ke sektor tertentu sehingga meningkatkan risiko gelembung atau bubble.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi Peralatan Rumah Tangga Kian Canggih & Mudahkan Hidup

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jerman Minta China Gunakan Pengaruhnya ke Iran untuk Bebaskan Selat Hormuz
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
IEA Dukung Berbagai Langkah Pemerintah Ajak Masyarakat Hemat Energi di Tengah Krisis Global
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Prakiraan Cuaca 3 April 2026: Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat, Jawa Barat hingga Papua Pegunungan Waspada
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pernyataan Blak-blakan Mbappe Soal Penghinaan padanya, Kekurangannya, PSG, dan Ronaldo
• 3 jam laluharianfajar
thumb
KPK Pastikan Tak Ada Intimidasi ke Istri Ono Surono saat Rumahnya Digeledah
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.