JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat langkah penanganan kasus campak di berbagai daerah.
Hingga saat ini, Kemenkes mencatat ada sekitar 102 kabupaten/kota yang menjalankan intervensi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) dan imunisasi kejar (catch-up campaign).
Direktur Imunisasi Kemenkes Indri Yogyaswari mengungkapkan, dari total 102 kabupaten/kota tersebut, 33 wilayah menjalankan ORI, sementara sisanya fokus pada imunisasi kejar.
Indri menegaskan, tidak semua wilayah mendapat pengawasan intensif. Kemenkes saat ini memprioritaskan 10 daerah dengan jumlah kasus paling tinggi dari total 33 lokasi ORI.
"Nah dari 33 kabupaten/kota yang melakukan ORI, ini kami monitor adalah 10 ini. Kenapa kami monitor kita di 10? Karena memang di 10 ini kasusnya yang paling tinggi di antara yang seluruh 33 lokasi ORI tersebut," kata Indri di Jakarta, Rabu (1/4/2026), dikutip Antara.
Baca Juga: Kemenkes Siapkan Vaksinasi Campak untuk Nakes, Tunggu Lampu Hijau BPOM
Sejumlah daerah yang masuk dalam pemantauan ketat antara lain Pandeglang, Serang, Tangerang Selatan, Bima, Depok, Palembang, dan Jakarta Barat.
Dia mengatakan pelaksanaan ORI tidak dilakukan secara seragam. Setiap daerah memiliki pendekatan berdasarkan hasil kajian epidemiologi.
Misalnya, Depok memiliki sasaran sekitar 2.166 orang, Tangerang Selatan mencapai lebih dari 109 ribu sasaran. Perbedaan ini menunjukkan tingkat risiko dan kebutuhan intervensi di tiap wilayah sangat bervariasi.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- kasus campak
- tenaga kesehatan
- campak
- imunisasi campak
- kemenkes
- penanganan campak





