Pelepasan Tiga Jenazah Prajurit TNI UNIFIL di Beirut

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Beirut

Pemerintah Indonesia upayakan repatriasi cepat di tengah eskalasi konflik Lebanon.

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan militer terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah konflik. 

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada Jumat 2 April 2026, sebelum jenazah diterbangkan menuju tanah air.


(Foto: Kemlu RI)

Ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon. 

Mereka merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah Lebanon Selatan.

Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin langsung upacara tersebut sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi prajurit Indonesia. 


(Foto: Kemlu RI)

Dalam penghormatannya, perwira tinggi asal Italia tersebut menekankan bahwa pengabdian ketiga prajurit ini adalah bukti nyata komitmen terhadap perdamaian global.

Tantangan Evakuasi di Zona Konflik 

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan tanpa hambatan, meskipun situasi keamanan di lapangan sangat dinamis.


(Foto: Kemlu RI)

"Dalam suasana penuh keprihatinan ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar," jelas Kemlu RI dalam pernyataan resminya pada Jumat 3 April 2026.

Pihak otoritas menargetkan kepulangan jenazah dapat terealisasi pada pekan pertama April 2026. 

Namun, Kemlu menggarisbawahi bahwa logistik penerbangan dari Beirut saat ini menghadapi hambatan besar akibat intensitas pertempuran di kawasan tersebut.

"Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan," tambah pernyataan tersebut.

Kronologi Gugurnya Penjaga Perdamaian 

Insiden yang merenggut nyawa para prajurit terjadi dalam dua peristiwa terpisah. Praka Farizal gugur pada 29 Maret menyusul ledakan proyektil di dekat fasilitas UNIFIL di Adchit Al Qusayr. Insiden tersebut juga melukai tiga personel TNI lainnya.

Hanya berselang 24 jam, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur setelah konvoi PBB terkena ledakan di area Bani Hayyan dalam serangan yang terjadi pada hari Senin. Dua prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan yang sama.

Bagi Indonesia, gugurnya para prajurit ini merupakan kehilangan besar sekaligus penegasan atas peran aktif negara dalam diplomasi perdamaian dunia. 

Kemlu RI menegaskan bahwa dedikasi mereka merupakan mandat konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

"Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Banjirnya dukungan internasional merupakan bukti keberhasilan mereka mengangkat harkat bangsa di mata dunia," pungkas Kemlu.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Tahan Harga BBM Saat Minyak Dunia Bergejolak, Berapa Lama Bertahan? | ROSI
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Siapkan Reformasi Besar BUMD, Fokus pada Transparansi dan Kinerja
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Terbukti Terima Gratifikasi dan TPPU, Nurhadi Eks Sekretaris MA Divonis 5 Tahun Penjara
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ancaman Super El Nino, Pakar Wanti-wanti Potensi Karhutla Seperti Tahun 97
• 2 jam laludetik.com
thumb
Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dipulangkan ke RI Jumat atau Sabtu
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.