Saham BREN hingga RLCO Masuk High Shareholding Concentration (HSC), Ini Penjelasan BEI

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sembilan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sembilan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sembilan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC). Saham-saham tersebut memiliki tingkat HSC di atas 95 persen dari total saham beredar.

Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi atas likuiditas transaksi saham di pasar modal. 

Baca Juga:
BREN dan DSSA Masuk Daftar Saham Terkonsentrasi, Risiko Didepak dari MSCI Menguat?

"Bahwa kepemilikan saham yang terkonsentrasi tinggi pada beberapa pemegang saham pada perusahaan tercatat, dapat menyebabkan keterbatasan atas ketersediaan jumlah saham," kata Jeffrey, Kamis (2/4/2026).

BEI memandang saham-saham HSC tidak hanya memengaruhi likuiditas perdagangan, melainkan juga dapat meningkatkan risiko fluktuasi harga yang signifikan atas saham-saham tersebut.

Baca Juga:
Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi, BREN hingga DSSA

Dengan demikian, Bursa akan mengumumkan saham-saham dengan kepemilikan saham yang terkonsentrasi setelah melakukan penelaahan dengan mekanisme yang disepakati antara BEI dan KSEI.

BEI juga akan mengumumkan kembali apabila ada saham-saham HSC yang dianggap tidak lagi memenuhi kondisi kepemilikan saham terkonsetrasi tinggi paling lambat lima hari sejak penelaahan. Dengan kata lain, jika BEI tak mengumumkan, berarti kondisi saham-saham tersebut belum berubah.

Saham dengan HSC tertinggi adalah PT Rocksfield Properti Indonesia Tbk (ROCK) dengan tingkat HSC 99,85 persen, diikuti PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dengan HSC 99,77 persen, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dengan HSC 98,35 persen.

Dari sembilan saham tersebut, dua di antaranya adalah konstituen MSCI Indonesia Large Cap, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Keduanya memiliki bobot masing-masing 4,21 persen dan 5,04 persen dalam indeks tersebut mengacu data akhir Februari 2026.

Kebijakan pengungkapan HSC ini mengikuti best practice di bursa Hong Kong. Di negara tersebut, saham-saham yang masuk daftar HSC akan dicoret sekaligus dieksklusi dari indeks MSCI.

Berikut daftar sembilan saham HSC yang diumumkan BEI:

1. PT Rocksfield Properti Indonesia Tbk (ROCK) - 99,85 persen
2. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) - 99,77 persen
3. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) - 98,35 persen.
4. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) - 97,75 persen
5. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - 97,31 persen
6. PT Panca Anugerah Wisesa Tbk (MGLV) - 95,94 persen
7. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - 95,76 persen
8. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) - 95,47 persen
9. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) - 95,35 persen

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Detik-Detik Pencuri Kabel di Jambi Gosong Terpanggang Listrik 20.000 Volt
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Basarnas Kerahkan 3 Kantor SAR Asesmen Pascagempa Malut-Sulut
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI
• 5 jam lalukompas.com
thumb
China Makin Ganas Bakar Uang Saat Amerika Sibuk Perang di Iran
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
GIICOMVEC 2026 Jadi Ajang Strategis Pelaku Bisnis Cari Kendaraan Operasional
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.