JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengatakan Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara atas resolusi mengenai Selat Hormuz paling cepat Jumat (3/4/2026).
"Resolusi yang diusulkan akan memberi wewenang kepada negara-negara anggota untuk menggunakan semua cara pertahanan yang diperlukan, sesuai dengan keadaan di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya,” kata Al Zayani dikutip dari Antara, Jumat (3/4/2026).
"Termasuk di dalam perairan teritorial negara-negara pesisir di dalam atau yang berbatasan dengan Selat Hormuz."
Baca Juga: KPK Akan Periksa Lagi Robert Priantono Bonosusatya untuk Tersangka Rita Widyasari
Menurut Al Zayani, upaya tersebut dilakukan untuk mengamankan jalur transit dan mencegah upaya menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz.
Di samping itu, resolusi tersebut juga menuntut agar Iran segera menghentikan semua serangan terhadap kapal dagang dan komersial di selat itu.
"Kami berharap adanya posisi yang bersatu dari Dewan yang terhormat ini selama pemungutan suara yang akan berlangsung pada rancangan resolusi besok,” kata Al Zayani dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Al Zayani memastikan dokumen rancangan atas resolusi mengenai Selat Hormuz sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.
Sebelumnya, pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- dk pbb
- pbb
- perserikatan bangsa bangsa
- resolusi selat hormuz
- selat hormuz
- voting resolusi selat hormuz





