SANAA, KOMPAS.TV - Houthi memperingatkan negara-negara Teluk bahwa mereka akan menutup selat penting yaitu Bab el-Mandeb di Laut Merah.
Penutupan tersebut akan dilakukan jika negara Teluk memutuskan membantu Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Iran.
Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan dunia.
Baca Juga: Upaya Pemulangan Jenazah Tiga Personel TNI yang Gugur di Lebanon Masih Dilakukan, Ini Tantangannya
Selat tersebut merupakan titik rawan pelayaran dan jalur sempit yang mengendalikan lalu lintas laut menuju Terusan Suez.
Selat itu juga terletak di muara selatan Laut Merah antara Yaman yang dikuasai Houthi dan Djibouti.
Ancaman Houthi tersebut diyakini bakal semakin memperburuk ketidakstabilan ekonomi global. Apalagi, sebelumnya Iran telah secara efektif menutup Selat Hormuz pada bulan lalu.
“Kami memikul tanggung jawab agama, moral, dan kemanusiaan yang mencegah kami berdiam diri,” ujar Wakil Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, dilansir dari The Times of Israel, Kamis (2/4.2026).
“Opsi penutupan Selat Bab el-Mandeb adalah opsi Yaman yang dapat diimplementasikan jika agresi terhadap Iran dan Lebanon meningkat secara brutal, atau jika negara Teluk mana pun terlibat langsung dalam operasi militer untuk mendukung entitas (Zionis) atau Amerika Serikat."
Hingga saat ini, belum ada negara Teluk yang secara resmi bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Times of Israel
- houthi
- negara teluk
- laut merah
- selat bab el-mandeb





