Trump: AS Akan Serang Iran dengan Keras Sampai Kembali ke Zaman Batu

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar dengan memperingatkan Iran bahwa militer AS akan membom negara itu "dengan sangat keras selama dua atau tiga minggu ke depan" hingga Iran kembali ke zaman batu. Meskipun Trump  berpendapat bahwa semua tujuan militer pemerintahannya di Iran telah tercapai atau terlampaui.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada," kata Trump merujuk Iran dalam pidatonya melansir CTV News, Kamis.

Baca Juga :
Kritik Trump, Macron Sebut Membuka Selat Hormuz Secara Paksa Tidak Realistis
Iran Peringati AS soal Invasi Darat: Musuh Tak Boleh Ada yang Selamat

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mempertegas retorikaTrump, dengan sebuah unggahan singkat di X yang hanya mengatakan: "Kembali ke Zaman Batu."

Membom suatu tempat hingga kembali ke Zaman Batu biasanya merujuk pada eskalasi pemboman secara besar-besaran, hingga menghancurkan semua infrastruktur modernnya sehingga mencapai keadaan primitif.

Trump tidak mengatakan apa pun dalam pidatonya pada Rabu malam, tentang negosiasi dengan Iran atau menyebutkan tenggat waktu terbarunya pada 6 April bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur air penting untuk transportasi minyak dan gas global. Ia telah mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika selat tersebut tidak dibuka kembali.

Trump mengancam akan menarik AS keluar dari NATO. Berikut alasan mengapa komentarnya signifikan.

Trump juga tidak menawarkan jalan yang jelas untuk mengakhiri gangguan pasokan yang telah menyebabkan harga energi melonjak di seluruh dunia. Sebaliknya, ia mendesak negara-negara yang bergantung pada pasokan yang biasanya melewati selat tersebut untuk pergi dan "mengambilnya" sendiri.

Harga minyak naik lebih dari 7% dan saham jatuh di Asia dan Eropa setelah komentar tersebut. Harga bensin di AS melonjak melewati rata-rata $4 per galon untuk pertama kalinya sejak 2022 pada hari Selasa, karena kenaikan harga bahan bakar meningkatkan biaya pangan di seluruh dunia.

Perang saat ini di Iran dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan mereka. Teheran membalas, menargetkan Israel dan negara-negara Teluk.

Lebih dari 2.000 warga Iran telah tewas dalam perang sejauh ini. Ribuan situs sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi, telah diserang oleh Israel dan AS.

Baca Juga :
Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tertutup Bagi Musuh
ASN Malaysia WFH Mulai 15 April di Tengah Krisis BBM, Suhu AC Kantor Dibatasi
Presiden Iran Tulis Surat Terbuka untuk Warga AS, Apa Isinya?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenderal Kopassus Turun Tangan hingga Kerahkan Pasukan Usai Gempa Besar M7,6 di Bitung
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Dari Artemis II, Mengapa Manusia Kembali ke Bulan?
• 9 jam lalukompas.id
thumb
BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi hingga Tanam Pohon Lewat Fitur wondr earth
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kajari Karo Minta Maaf di Depan Komisi III DPR Terkait Kasus Amsal Sitepu
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Bukti China Jadi Negara Pemenang, Mampu Bertahan Tanpa Selat Hormuz
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.