Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi Terkait Penanganan Kasus Jeffrey Epstein

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis, 2 April 2026 memecat Jaksa Agung Pam Bondi dan menunjuk mantan pengacara pribadinya sebagai pejabat sementara yang memimpin Departemen Kehakiman.

Langkah tersebut diumumkan oleh presiden dari Partai Republik melalui unggahan di media sosial, di tengah kritik terhadap penanganan Bondi atas berkas kasus Epstein serta kegagalannya menuntut sejumlah pihak yang dianggap sebagai lawan politik Trump.

“Pam Bondi adalah Patriot Amerika yang hebat dan sahabat setia, yang telah melayani dengan setia sebagai Jaksa Agung saya selama setahun terakhir,” kata Trump di Truth Social, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 3 April 2026. 

“Pam melakukan pekerjaan luar biasa dalam mengawasi penindakan besar-besaran terhadap kejahatan di seluruh negeri kita,” lanjut Trump.

Trump mengatakan, Bondi akan beralih ke pekerjaan baru di sektor swasta yang akan diumumkan dalam waktu dekat, dan untuk sementara akan digantikan oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche.

Bondi dikenal sebagai sekutu kuat presiden, namun ia menghadapi kritik dari sebagian pendukung Trump terkait penanganannya terhadap rilis dokumen Departemen Kehakiman mengenai pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein, yang meninggal di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks.

Kasus Epstein menjadi beban politik besar bagi Trump, yang diketahui pernah lama berteman dengan finansier tersebut.

Bondi juga dilaporkan membuat Trump marah karena tidak berhasil dalam upaya menuntut sejumlah pihak yang dianggap sebagai lawan politik Trump, termasuk mantan Direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung New York Letitia James.

Menurut laporan The New York Times, Trump kemungkinan akan menunjuk mantan anggota Kongres dari Partai Republik Lee Zeldin, yang saat ini menjabat sebagai kepala Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), sebagai jaksa agung berikutnya.

Sementara itu, posisi tersebut untuk sementara akan diisi oleh Blanche, yang merupakan salah satu pengacara pribadi yang membela Trump dalam berbagai kasus pidana setelah ia meninggalkan Gedung Putih pada 2021.

Pemecatan Bondi terjadi hampir sebulan setelah Trump juga memecat Kristi Noem dari jabatan Menteri Keamanan Dalam Negeri. Reaksi Partai Demokrat Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat menyambut baik pemecatan Bondi.

“Selamat tinggal,” kata Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts.

“Di bawah Jaksa Agung Pam Bondi, Departemen Kehakiman berubah menjadi sarang korupsi,” kata Warren.

“Bondi akan dikenang karena menghalangi rilis berkas Epstein dan mempolitisasi Departemen Kehakiman untuk mengejar lawan politik Trump,” imbuh Warren.

Senator Mark Warner dari Virginia mengatakan penanganan berkas Epstein yang “buruk” oleh Bondi telah “menghilangkan transparansi bagi para korban dan semakin merusak kepercayaan terhadap sistem peradilan kita.”

“Rakyat Amerika berhak mendapatkan Departemen Kehakiman yang benar-benar fokus menegakkan keadilan, bukan melayani agenda kepentingan pribadi dan politik presiden,” kata Warner. Rekam Jejak Loyalitas Bondi Bondi sebelumnya bergabung dengan tim hukum Trump selama persidangan pemakzulan pertamanya, ketika ia dituduh menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mencari informasi yang merugikan lawan politiknya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Trump dimakzulkan oleh DPR yang dikuasai Partai Demokrat, namun dibebaskan oleh Senat yang dikuasai Partai Republik.

Bondi juga membantu mendorong klaim Trump mengenai kecurangan pemilu setelah ia kalah dalam pemilihan presiden 2020 dari Biden. Ia beberapa kali tampil di televisi untuk membela Trump dan berupaya meragukan proses penghitungan suara di negara bagian medan pertempuran sebagai bagian dari upaya membatalkan hasil pemilu.

Bondi juga mengkritik berbagai kasus pidana yang menjerat Trump dan menunjukkan dukungan secara langsung dalam persidangan di New York, di mana Trump akhirnya dinyatakan bersalah karena memalsukan catatan bisnis untuk menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film porno.

Bondi sebelumnya bekerja sebagai jaksa selama 18 tahun sebelum terpilih sebagai Jaksa Agung Florida pada 2010, menjadikannya perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut. Ia kembali terpilih untuk masa jabatan kedua pada 2014.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak Muda Kawin Cepat: Tantangan Finansial dan Psikologis
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Bantu Pelanggan yang Kehabisan Kuota, Telkomsel Lakukan Hal Ini!
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Seleksi Mandiri Unpad 2026 Resmi Dibuka, Cek Skema Ujian dan Rapor Lengkapnya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Praktis Akses Siaran TVRI untuk Nonton Tim Jagoanmu di Piala Dunia 2026
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Pemprov Sumbar Tahan Masuknya Ritel Luar Demi Lindungi dan Perkuat UMKM Lokal
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.