Ternyata Jalan yang Ditutup oleh Pesantren Darul Istiqamah Berstatus Jalan Umum, Warga Harap Aparat Bertindak

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAROS – Penutupan akses jalan oleh manajemen Pesantren Darul Istiqamah di Kabupaten Maros memicu keluhan warga dan mengganggu sejumlah aktivitas, termasuk persiapan hajatan pernikahan yang dijadwalkan pada 5 April 2026.

Akses jalan yang ditutup sejak Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 11.00 WITA itu merupakan jalan umum yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pemerintah Kabupaten Maros tahun 2014 dan dibangun menggunakan anggaran APBD.

Penutupan dilakukan pihak manajemen pesantren. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan penutupan akses tersebut.

Dampaknya, sedikitnya 11 mobil vendor yang membawa perlengkapan dekorasi pernikahan tidak dapat memasuki lokasi dan terpaksa tertahan bahkan harus putar balik. Selain itu, kendaraan keluarga pengantin juga sempat tertahan di depan gerbang pesantren.

Ketua panitia pernikahan, Muinul Haq, menyampaikan bahwa seluruh perizinan, termasuk izin keramaian dan koordinasi dengan pihak pesantren, telah dilakukan sebelumnya.

“Vendor-vendor yang akan memasang panggung dan flooring dilarang masuk tanpa alasan yang jelas. Padahal izin sudah kami urus,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan fasilitas umum sehingga seharusnya tidak dapat ditutup secara sepihak.

“Seharusnya aparat bisa bertindak karena ini jalan umum,” tambahnya.

Hingga Jumat dini hari, akses jalan dilaporkan masih tertutup meskipun kendaraan telah menunggu lebih dari 15 jam.

Situasi ini berpotensi mengganggu pelaksanaan hajatan yang undangannya telah disebar kepada sekitar 2.000 tamu. Selain itu, penutupan jalan turut berdampak pada aktivitas masyarakat, mengingat lebih dari 2.000 warga serta sejumlah fasilitas pendidikan berada di kawasan tersebut dan bergantung pada akses jalan tersebut.

Pihak keluarga juga menyayangkan adanya keterlibatan santri dalam penutupan akses jalan.

“Santri seharusnya fokus belajar, bukan dilibatkan dalam menghadang kendaraan,” kata Muinul.

Sementara itu, aparat dari Polres Maros telah berada di lokasi dan melakukan upaya mediasi. Namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait pembukaan kembali akses jalan maupun langkah penegakan hukum yang akan diambil.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera mengambil tindakan agar akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu. (rin/*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warung Makan di Ternate Ludes Terbakar, Api Diduga dari Kompor
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Dipulangkan ke Indonesia Pekan Ini
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Polrestabes Bandung siagakan 200 personel antisipasi libur Paskah
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Electric PLN Mobile Tumbangkan Pertamina Enduro 3-2 di Final Four Proliga Surabaya
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bekerja untuk Menyambung Hidup atau Menghabiskan Hidup?
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.