JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB45) Jaleswari Pramodhawardani menilai pemerintah Indonesia perlu mengevaluasi keanggotaannya di Board of Peace (BOP).
Sebab, kata Jaleswari, BOP berpotensi bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
"Kita masuk BOP, kita satu meja dengan hal-hal yang secara prinsipil dulu kita tolak, menginvasi negara lain. Bukankah di konstitusi kita bicara soal perdamaian, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan lain-lain,” katanya dalam program Rosi di Kompas TV, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Pakar Sebut Tujuan Utama AS Serang ke Iran Sudah Tidak Tercapai
"Sementara kita tahu bahwa pertama kali serangan itu diinisiasi oleh Amerika dan Israel, dan kita duduk satu meja di sana. Kemudian, mungkin implikasi dari kita di sana, Iran melihat kita adalah bukan di pihaknya."
Selain itu, Jaleswari menambahkan, Dewan Investigasi Keamanan PBB saat ini juga hanya mampu sebatas memberikan kecaman dan melakukan investigasi terkait serangan Israel yang menewaskan 3 prajurit TNI di Lebanon.
"Saya rasa saya setuju dengan apa yang sedang terjadi beberapa hari ini, yaitu kawan-kawan DPR sebagian itu meminta pemerintah untuk mengevaluasi anggota kita di BOP. Bahkan, kalau bisa lebih tegas lagi, kita menarik semua pasukan kita,” ujarnya.
Baca Juga: Pengamat Yakin PBB Berani Sanksi Israel Meski Bersekutu dengan AS yang Punya Hak Veto
Jaleswari menegaskan gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di tengah konflik tidak bisa disikapi dengan kecaman semata.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- jaleswari pramodhawardani
- bop
- board of peace
- keanggotaan indonesia di bop
- indonesia evaluasi keanggotaan bop





