Trump Pertimbangkan Tarik AS dari NATO, Tuntut Manfaat Aliansi

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

HUBUNGAN diplomatik antara Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berada di titik nadir. Duta Besar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, secara terbuka menyeru negara-negara anggota aliansi untuk membuktikan nilai strategis dan manfaat nyata keberadaan NATO bagi Washington.

Pernyataan keras ini muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap aliansi tersebut. Whitaker menegaskan bahwa masa depan keanggotaan Amerika Serikat kini berada di tangan Presiden.

"Presiden akan membuat keputusan. Dia akan mengatakan apakah Amerika Serikat akan melanjutkan hubungan ini atau tidak," ujar Whitaker dalam wawancara dengan Fox News, Kamis (2/4). "Sekaranglah saatnya bagi sekutu NATO kita untuk menjelaskan alasan mereka bermanfaat bagi Amerika Serikat, dan meningkatkan dukungan."

Baca juga : Trump Ancam Tinggalkan NATO setelah Sekutu Tolak Amankan Selat Hormuz

Kekecewaan Trump atas Penolakan Dukungan terhadap Iran

Ketegangan ini dipicu oleh penolakan NATO untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Pada Rabu lalu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan secara serius untuk menarik AS keluar dari aliansi yang telah berdiri sejak 1949 tersebut.

Trump menyebut sikap pasif NATO sebagai kesalahan besar dan menilai hal tersebut mencerminkan hubungan yang tidak seimbang. Bagi Trump, operasi militer terhadap Iran adalah ujian loyalitas dan dukungan NATO bagi AS.

"Washington kecewa dengan sikap aliansi tersebut dan tidak akan melupakannya. Bantuan dari NATO tidak lagi dibutuhkan," tegas Trump dalam pernyataan sebelumnya.

Baca juga : Trump Klaim Kerangka Kesepakatan Greenland Mulai Terbentuk, Ancaman Tarif NATO Resmi Dibatalkan

Perbedaan Paradigma: Tindakan vs Dialog

Whitaker menyoroti adanya jurang perbedaan pendekatan yang mendalam antara Washington dan negara-negara Eropa. Menurutnya, Amerika Serikat saat ini lebih mengedepankan tindakan nyata (action-oriented), sementara sekutu-sekutunya di Eropa cenderung terjebak dalam retorika dialog dan pembahasan yang berkepanjangan.

Untuk membahas krisis kepercayaan ini, Whitaker dijadwalkan melakukan perjalanan ke Washington pada minggu depan. Ia tidak sendiri. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, dipastikan akan ikut serta untuk bertemu langsung dengan Presiden Trump guna melakukan pembicaraan tingkat tinggi terkait masa depan aliansi.

Analisis Strategis: Ancaman penarikan diri AS dari NATO dapat mengubah peta keamanan global secara drastis. Sebagai penyumbang anggaran terbesar, keluarnya AS akan melemahkan kekuatan pertahanan kolektif Eropa di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Hingga saat ini, para pemimpin Eropa belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan Whitaker. Namun, pertemuan antara Mark Rutte dan Donald Trump minggu depan diprediksi akan menjadi penentu apakah aliansi transatlantik ini akan bertahan atau berakhir pada perpecahan sejarah. (SputnikAnt/I-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketum KMHDI Serukan Persatuan Masyarakat Sipil, Kecam Kekerasan terhadap Aktivis HAM
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menkraf: 130 Juta Tiket Bioskop Terjual Sepanjang 2025, 60 Persennya Film Nasional
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Upaya Pemulangan Jenazah Tiga Personel TNI yang Gugur di Lebanon Masih Dilakukan, Ini Tantangannya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Prioritas Domestik Batubara dan Strategi Ketahanan Energi Nasional
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Super League Kembali Bergulir Sore Ini: Arema vs Malut United Jadi Duel Pembuka
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.