Hindari Perairan Iran, 3 Kapal Milik Oman Lewati Rute Alternatif di Selat Hormuz

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Tiga kapal tanker yang menunjukkan kepemilikan Oman terpantau memasuki Selat Hormuz dengan menyusuri garis pantai negara asal mereka. Situasi ini mengindikasikan penggunaan rute alternatif dari jalur utara yang melewati perairan Iran.

Dua kapal tanker minyak raksasa dan satu kapal pengangkut gas alam cair bergerak ke arah timur menuju selat pada hari Kamis 2 April 2026.

Mengutip Bloomberg, ketiga kapal tersebut dikelola oleh Oman Ship Management Company menurut basis data maritim Equasis. Perusahaan tersebut belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Meskipun Selat Hormuz sebagian besar telah terblokade sejak awal konflik, Iran mulai merundingkan transit bagi sejumlah kapal yang terhubung dengan negara sahabat.

"Kapal kapal tersebut mengikuti rute utara yang telah disepakati melalui perairan Iran sendiri," tulis laporan Bloomberg, seperti yang dikutip kumparan, Jumat (3/4).

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi yang menyatakan bahwa Teheran sedang menyusun protokol dengan Oman untuk memantau lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Guncang Pasar Minyak Global

Penutupan efektif jalur air krusial ini telah mengacaukan pasar energi global, menyebabkan harga melonjak dan meningkatkan tekanan internasional terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Iran juga mencoba menerapkan sistem tol dengan meminta pembayaran hingga USD 2 juta per pelayaran melalui jalur air tersebut.

"Ketiga kapal yang melakukan transit ini sangat menarik perhatian karena merupakan jenis kapal tanker minyak terbesar dan menjadi pengangkut gas alam cair pertama yang berhasil keluar dari teluk sejak perang dimulai," jelas laporan Bloomberg.

Masing-masing dari ketiga kapal tersebut memancarkan identitas sebagai kapal Oman saat melakukan transit. Semua kapal berhenti mengirimkan sinyal posisi otomatis pada sekitar pukul 9:30 waktu London, ketika mereka mendekati atau sedang mengelilingi ujung Semenanjung Mussandam milik Oman yang menjorok ke utara menuju selat.

Belum jelas apakah mereka berhasil menyelesaikan perjalanan tersebut, tetapi penyeberangan biasanya memakan waktu beberapa jam. Pelacakan kapal yang masuk dan keluar Hormuz juga menjadi rumit karena adanya gangguan sinyal yang intens di area tersebut serta pemalsuan sinyal.

Data pelacakan menunjukkan bahwa masing masing kapal tanker membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, sementara kapal pengangkut gas tampak dalam keadaan kosong.

Salah satu kapal tanker memuat muatan di Arab Saudi pada akhir Februari dan memberikan sinyal tujuan ke Kyuakpyu di Myanmar, di mana sebuah pipa mengangkut minyak mentah ke China bagian barat. Kapal lainnya membawa minyak mentah dari Abu Dhabi menuju tujuan yang tidak disebutkan.

Rute yang diikuti oleh ketiga kapal tersebut terletak di sebelah selatan jalur pelayaran yang ditentukan melalui jalur air tersebut dan jauh dari jalur utara yang membentang di antara pulau Larak serta pulau Qeshm milik Iran yang diambil oleh sebagian besar kapal yang meninggalkan Teluk Persia dalam beberapa hari terakhir.

Rute utara tersebut dikaitkan dengan tuntutan Iran untuk menyetujui dan mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi selat. Namun kedalamannya yang lebih dangkal serta tikungan yang lebih sempit mungkin membuatnya tidak cocok untuk kapal tanker minyak terbesar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Iran Jelaskan soal Safari ke JK hingga Jokowi: Kampanye Anti-perang
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Niat Mengabadikan Momen Liburan Berujung Petaka, Dua Mahasiswi Terseret Arus Sungai Wira Garden
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Kembalikan Anak-anak ke Inara Rusli, Virgoun Tegaskan Tak Akan Gugat Hak Asuh
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Jokowi Buka Suara soal Isu Puan hingga AHY Diduga Terlibat di Kasus Ijazah Palsu
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Gabriele Gravina Mundur dari Kursi Presiden Federasi Sepak Bola Italia
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.