Pemerintah Siapkan SDM Dorong Percepatan Program Prabowo

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan pemenuhan sumber daya manusia (SDM). Hal itu untuk menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Sinkronisasi kebijakan dalam pelaksanaan PHTC Presiden antarinstansi pemerintah dibutuhkan untuk mempercepat pengambilan keputusan, kolaborasi, dan dampak program untuk masyarakat. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan agenda prioritas Presiden dapat dikawal dan dilaksanakan dengan baik.

"Rapat ini penting untuk memastikan optimalisasi SDM tidak hanya sebagai proses administratif semata, tetapi merupakan upaya strategis untuk memastikan tersedianya SDM yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung pelaksanaan program-program prioritas nasional," kata Rini dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 3 April 2026.

Baca Juga :

Disalami Prabowo, Kisah Sugianto Gendong Lansia saat Kebakaran Korsel
Adapun, Rapat Tingkat Menteri Pembahasan Pemenuhan SDM untuk Mendukung PHTC tersebut digelar di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis, 2 April 2026. Fokus optimalisasi SDM untuk mendukung PHTC Presiden terbagi dalam beberapa klaster utama, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan, pendidikan, dan kesehatan. Kementerian/lembaga yang bertanggung jawab pada masing-masing klaster tersebut perlu melakukan tindak lanjut atas proyeksi SDM.

Presiden Prabowo selalu menekankan berbagai PHTC pemerintah harus memberikan dampak luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kerja kolaboratif antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dibutuhkan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional.

MenPAN-RB Rini Widyantini. Foto: Dok. Kemenpan RB.

Rini menyampaikan kesuksesan dan keberlanjutan PHTC Presiden memerlukan pendekatan collaborative dan network governance, untuk memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak dalam satu arah, saling terhubung, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang terpadu dan berorientasi pada hasil bersama (shared outcome).

Pendekatan collaborative dan network governance menjadi strategi yang dapat dijalankan untuk mempercepat pengambilan keputusan. Melalui pendekatan tersebut, setiap instansi menjadi bagian dari jejaring yang saling menguatkan, hasil pembangunan bukan lagi tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh unsur pemerintah.

"Selain diperlukan adanya kebijakan pemenuhan SDM yang fleksibel dan adaptif, juga diperlukan mekanisme pengawasan yang lebih kuat agar kualitas SDM tetap terjaga," ungkap Rini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tangis Ammar Zoni di Ruang Sidang: Kehilangan Ayah Hingga Hidup di “Sel Tikus”
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pantauan Logam Mulia: Harga Emas Antam Turun jadi Rp2,8 Juta
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
JPU Tuntut AH, 3 Tahun 6 Bulan Dalam Kasus Pelepasan Hak Tanah Kramat Jati 
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Menhan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Segera Mundur
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pendaftaran SIPENCATAR 2026 Jalur Mandiri PPI Madiun Dibuka, Ini Syarat dan Dokumennya
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.