BMKG: Terjadi 422 Gempa Susulan Usai Gempa M7,6 Bitung Sulut

narasi.tv
5 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 422 gempa bumi susulan pasca terjadinya gempa bumi utama dengan magnitudo 7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Dari jumlah gempa susulan yang tercatat, gempa dengan kekuatan paling besar mencapai magnitudo 5,8. Sebagian besar gempa susulan memiliki magnitudo yang bervariasi, dengan yang terkecil terdeteksi pada magnitudo 1,7.

"Hingga pukul 08.00 WIB (3 April 2026), total gempa bumi susulan yang tercatat mencapai 422 gempa bumi dengan magnitudo terbesar M 5,8 dan terkecil M 1,7," ujar Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, Jumat (3/4/2026), dikutip dari detik.com.

Menurut informasi terbaru, gempa terakhir yang terjadi pasca-gempa utama berlangsung pada pukul 08.44 WIB di wilayah Maluku Utara dengan magnitudo 5,2 dan tidak berpotensi tsunami.

Detail Peta Guncangan Gempa

Gempa bumi di Bitung memiliki episenter yang terletak pada koordinat 1,02° LU dan 126,50° BT. Titik tersebut berada di laut, tepatnya 100 km arah barat laut Ternate, Maluku Utara. Gempa yang terjadi memiliki kedalaman 13 km.

"Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Pulau Batang Dua, Kota Ternate, dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu)," kata Rahmat Triyono.

Potensi Tsunami dan Peringatan Dini

BMKG menyebutkan bahwa gempa ini sempat memicu potensi tsunami di wilayah Malut dan Sulawesi Utara (Sulut). BMKG mencatat adanya gelombang tsunami di dua wilayah

Ketinggian gelombang yang terukur mencapai 0,3 meter di Halmahera Barat dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 07.15 Wita . Meskipun gelombang tsunami tersebut tergolong kecil, tetap ada risiko berkelanjutan yang harus diwaspadai masyarakat di daerah pesisir.

"Gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dengan status siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam jumpa pers virtual, Kamis (2/4), dikutip dari detik.com.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa besar terjadi, tetapi kemudian mencabut peringatan tersebut seiring dengan pembaruan data yang menunjukkan bahwa potensi terjadinya tsunami telah berakhir.

"Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa Mag: 7,6, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu: 02-Apr-26 05:48:16 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Lepas Dua Personel Purna Tugas
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Aplikasi WhatsApp Palsu Baru Korbannya Sudah Banyak
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Provinsi dengan Umat Katolik Terbesar di Indonesia
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Tips Merayakan Paskah untuk Ibu Hamil, Kenali Kondisi Tubuh dan Jangan Paksakan Diri
• 33 menit lalugrid.id
thumb
Program Motis Lebaran 2026 Lampaui Target, Angkut 12.419 Motor Pemudik
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.