Dubes Iran: Perpecahan Sunni-Syiah Dikondisikan Zionis untuk Lemahkan Umat

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menilai perbedaan dan perpecahan antara Sunni dan Syiah kerap dimanfaatkan pihak luar, khususnya Zionis, untuk melemahkan umat Islam di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurut Boroujerdi, perbedaan mazhab maupun agama sejatinya merupakan sesuatu yang alami. Namun, ia menegaskan bahwa perpecahan yang tajam justru “diinisiasi dan dikondisikan” agar umat menjadi terkotak-kotak dan kehilangan kekuatan.

Baca Juga
  • Libur Panjang Akhir Pekan, Antrean Kendaraan Mengular di Jalur Puncak Bogor
  • Industri Hulu Migas Dinilai Beri Efek Berganda bagi Ekonomi Daerah
  • Dengan Energi Transisi, Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten

"Perpecahan antar mazhab, perpecahan antar agama sebenarnya adalah diinisiasi dan dikondisikan oleh Zionis. Ketika umat tercerai-berai, maka akan lemah. Dan ketika lemah, akan sangat mudah untuk dihancurkan,” ujar Boroujerdi saat ditanya Republika dalam pertemuan bersama Prof Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh Islam di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

Ia mencontohkan kondisi di Iran sendiri telah melampaui perdebatan Sunni-Syiah di tengah perang melawan AS dan Israel. "Di Iran sudah tidak ada lagi pembahasan Sunni dan Syiah, karena di Iran juga masyarakatnya banyak, ada beberapa wilayah yang mayoritas bahkan Ahlussunnah," ucapnya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Boroujerdi menyebut, masyarakat Sunni dan Syiah hidup berdampingan, bahkan di sejumlah wilayah seperti bagian barat dan timur Iran, komunitas Ahlussunnah menjadi mayoritas.

Tidak hanya itu, kata dia, kalangan Ahlussunnah juga mendapatkan ruang representasi, termasuk dalam pemerintahan dan militer. “Sebagian menjadi tentara, bahkan ada panglima dari Ahlussunnah,” katanya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Terapkan WFH Satu Kali Seminggu, Cek Kecepatan Internet RI
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Disorot DPR, Kajari Karo Bungkam soal Dugaan Mobil dari Bupati dalam Kasus Amsal Sitepu
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Lebaran Pertama Jadi Istri, Luna Maya Pilih Rayakan di Raja Ampat
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Iran Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Brutal! KKB Papua Aniaya Tukang Ojek hingga Kritis, Begini Kronologi Lengkapnya
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.