WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kekesalannya setelah Inggris tak mau membantunya berperang melawan Iran.
Trump sebelumnya meminta bantuan Inggris dalam upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menolak mengirimkan kapal perangnya ke Selat Hormuz.
Baca Juga: Dubes Iran Apresiasi Pemerintah Indonesia yang Bersedia Jadi Fasilitator Perdamaian di Timur Tengah
Menanggapi sikap PM Inggris, Trump menilai Keir Starmer lemah dan tak mampu membuat keputusan sendiri.
Trump mengatakan sekutunya tersebut harus bertanya pada timnya mengenai pengiriman dua kapal pengangkut jet tempur usang ke Timur Tengah.
Trump mengatakan Inggris seharusnya menjadi sekutu terdekat AS, tetapi kemudian memilih tak berada di sisinya setelah menolak terlibat perang dengan Iran.
“Saya bertanya kepada Inggris, yang seharusnya rekan baik kami. Faktanya, Raja (Charles) datang ke sini selama dua pekan. Raja Charles pria yang menyenangkan,” kata Trump dikutip dari The Independent, Jumat (3/4/2026).
“Seharusnya menjadi teman kami, namun ternyata mereka bukan. Saya bertanya ‘Anda memiliki dua kapal pengangkut pesawat yang usang, bisakah Anda mengirim mereka."
Trump kemudian menirukan Keir Starmer dengan suara melemah.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Independent
- keir starmer
- donald trump
- membantu perang
- iran
- melawan iran
- selat hormuz





