THS-THM Sukses Perankan Drama Teatrikal Jalan Salib Jumat Agung

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Erasmus Nagi Noi

TVRINews, NTT

Ibadat Jalan Salib Jumat Agung di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ditandai dengan pertunjukan tablo drama teatrikal yang memperagakan kisah sengsara Yesus Kristus.

Pertunjukan ini diperankan oleh organisasi pencak silat Katolik, Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM) Ranting Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, berlangsung sukses dan penuh hikmat pada Jumat, 3 April 2026.

Drama teatrikal ini mengisahkan empat belas perhentian Jalan Salib, mulai dari pengadilan Pontius Pilatus, penyaliban, hingga wafat di Bukit Golgota.

Ribuan umat tampak antusias dan terbawa suasana sedih, bahkan beberapa meneteskan air mata, menyaksikan pertunjukan tablo yang dibawakan dengan dramatis tanpa teks oleh THS dan THM.

Pastor Pendamping THS-THM, Romo Toni Kobesi, Pr, menjelaskan makna tablo tersebut sebagai sarana merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus, sekaligus menghadirkan kisah Alkitab dalam bentuk tontonan hidup yang menyentuh hati umat.

“Pementasan drama Jalan Salib Tuhan Yesus ini sebenarnya hanyalah bentuk teater yang dibawakan oleh anak-anak kita dari THS dan THM. Tujuannya agar umat semakin menghayati kasih dan pengorbanan Yesus, serta menguraikan kisah di Alkitab menjadi tontonan hidup yang menyentuh hati. Kita menghadirkan kembali kenangan ribuan tahun lalu, ketika Yesus mengalami sengsara dan wafat. Ini mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan sungguh besar, sehingga kita dapat menghayati hidup kita sebagai persembahan yang layak bagi Tuhan yang rela menebus kita,” ungkap Romo Toni.

Sutradara tablo, Joni Manehat, mengungkapkan bahwa naskah drama ini dibuat berdasarkan pengalamannya selama dua puluh tahun lalu, ketika aktif dalam komunitas teater di Makassar.

“Waktu masih kuliah, saya tergabung dalam organisasi Katolik dan kelompok teater di Makassar. Saat itu, beberapa frater membantu saya menggarap dan memainkan teater ini. Jadi ketika Romo pastor Paroki meminta THS-THM membawakan tablo, saya siap membantu. Kebetulan, saya masih menyimpan naskahnya yang dibuat hampir dua puluh tahun lalu,” jelas Manehat.

Manehat menambahkan, pemilihan peserta dalam tablo ini tidak melalui seleksi ketat. Anak-anak yang berminat dibina untuk memahami karakter masing-masing.

Jefri Seran Bria, yang memerankan Yesus dalam tablo, mengaku terharu dan bangga bisa dipercaya memerankan tokoh utama. Ia menegaskan bahwa penderitaan yang dialaminya selama pertunjukan tidak sebanding dengan penderitaan Tuhan Yesus.

“Saya merasa sangat senang dan bangga ditunjuk sebagai Yesus. Penderitaan yang saya rasakan tentu jauh berbeda dengan yang dialami Yesus. Untuk kondisi fisik, saya baik-baik saja karena percaya akan bersama Tuhan Yesus,” kata Seran Bria.

Pertunjukan ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi umat, sekaligus menghidupkan kisah sengsara dan pengorbanan Yesus Kristus secara dramatis dan menyentuh hati.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Terkini M 5,0 Guncang Jailolo Maluku Utara, Getaran Dirasakan hingga Bitung 
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Din Syamsuddin Serukan Persatuan Umat Islam demi Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Global
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Pemkab Solok terima bantuan jembatan gantung dari PERADI
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
DPP PIKI Siapkan Strategi Penguatan Organisasi Hadapi Tantangan Global Jelang Kongres 2026
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Polres Karawang Pastikan Kelancaran Pelaksanaan Ibadah Jumat Agung
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.