Tak Sekadar Napak Tilas, Ibadah Jalan Salib Jadi Refleksi Umat Katolik dalam Kehidupan Sehari-hari

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Ibadah Jalan Salib yang biasanya ditampilkan setiap Jumat Agung sebagai napak tilas, mengenang penderitaan Yesus Kristus sebelum wafat di kayu salib, sekaligus menjadi refleksi umat Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

Secara umum, ibadah Jalan Salib diharapkan dapat membawa semangat rela berkorban pada tiap umat. Seperti yang dicontohkan Yesus Kristus, yang rela mengorbankan diri disalib untuk menebus dosa umat di dunia.

Regina Bella Halim Sutradara dari visualisasi jalan salib yang ditampilkan pada Jumat (3/4/2026) pagi, di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo, Surabaya menerangkan, dalam aksi teatrikal itu dia ingin umat Katolik yang beribadah tidak hanya ikut merasakan kesedihan dan menangis. Tapi juga menerapkan nilai-nilainya pada kehidupan sehari-hari.

“Lewat visualisasi Jalan Salib ini, kami ingin menampilkan refleksi-refleksi yang disampaikan Romo Ignatus Priyambodo, yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita,” katanya, diwawancara awak media setelah ibadah Jalan Salib.

Penyaliban Yesus ditampilkan dalam prosesi Jalan Salib di Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo, Jumat (3/4/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Sebelum ibadah Jalan Salib dimulai Jumat pagi, Romo Ignatius Priyambodo sempat mengingatkan jemaat tentang perilaku saat bermain media sosial.

“Yang mana kita dengan ringan menghujat orang lain tanpa memikirkan dampaknya. Juga bagaimana kita berhubungan dengan keluarga, teman-teman gereja, dengan lingkungan kita. Kita ingin menyampaikan cinta kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari lewat visualisasi 14 perhentian itu,” jelasnya.

Sementara David Palmaven Taniya Ketua Panitia mengatakan, dalam visualisasi Jalan Salib ada sekitar 100-an jemaat yang ikut berpartisipasi, mengambil peran sebagai tokoh-tokoh utama seperti, Pontius Pilatus, prajurit, Yesus, ibu Yesus, murid-murid Yesus, dan masih banyak lagi.

Lewat ibadah Jalan Salib juga, dia ingin membawa pesan paroki sebagai tema umum Perayaan Paskah tahun ini yakni, “Mengembangkan Paroki Melalui Lima Tugas Gereja”, di antaranya dewasa dalam peribadatan, dalam persekutuan, dalam kesaksian, pelayanan, juga pewartaan yang bisa dihidupi umat dan diterapkan di lingkungan masing-masing.(kir/wld/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Jeda Panjang Jadi Tantangan, PSIM Siap Tantang Dewa United di Banten
• 20 jam lalubola.com
thumb
RI Ekspor Perdana 100 Ton Bumbu Pasta dan RTE Haji 2026 ke Arab Saudi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Perketat Izin Perjalanan Dinas Pejabat: Tak Bermanfaat, Dicoret!
• 4 jam laludisway.id
thumb
Sindiran Menohok Macron Usai Trump Berubah-ubah Ucapan soal Perang Iran
• 23 jam laludetik.com
thumb
Suara Surabaya Kembali Terima Laporan 3 Motor Hilang, Modusnya Ditipu Kenalan hingga Gendam
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.