Model ini ditujukan bagi pengembang yang membutuhkan solusi pembuatan video berbasis AI dengan biaya lebih terjangkau. Peluncuran ini dilakukan oleh divisi AI Google, DeepMind, sebagai bagian dari upaya menghadirkan teknologi generatif lebih mudah diakses secara luas.
Veo 3.1 Lite dikembangkan dengan tujuan utama menekan biaya operasional, namun tetap mempertahankan performa dan fitur inti dari model Veo sebelumnya. Google mengklaim model ini mampu memangkas biaya hingga sekitar 50% dibandingkan dengan varian Veo 3.1 Fast.
Sebagai gambaran, biaya pembuatan video dengan model standar bisa mencapai sekitar USD0,15 per detik, sementara versi Lite hanya sekitar USD0,05 per detik. Kendati lebih hemat, kecepatan pemrosesan tetap setara dengan model lain di keluarga Veo, sehingga tetap relevan untuk kebutuhan produksi konten skala besar.
Dari sisi kemampuan, Veo 3.1 Lite tetap membawa fitur utama yang menjadi ciri khas model Veo. Model ini mendukung pembuatan video dari teks atau text-to-video maupun gambar atau image-to-video, serta mampu menghasilkan video lengkap dengan audio yang sinkron.
Selain itu, Veo 3.1 Lite mendukung rasio aspek populer seperti 16:9 dan 9:16, dengan resolusi hingga 1080p. Namun, model ini belum mendukung resolusi 4K, sehingga lebih ditujukan untuk kebutuhan konten digital sehari-hari dibandingkan dengan produksi profesional kelas tinggi.
Durasi video yang dapat dihasilkan juga fleksibel, dari 4 hingga 8 detik, dengan biaya yang disesuaikan berdasarkan durasi tersebut. Veo 3.1 Lite mulai tersedia sejak 31 Maret 2026 dan dapat diakses melalui berbagai platform milik Google, seperti Gemini API, Google AI Studio, serta platform pembuatan video berbasis AI bernama Flow.
Dengan integrasi ini, pengembang dapat langsung memanfaatkan model tersebut untuk membangun aplikasi, layanan kreatif, maupun workflow produksi video berbasis AI. Kehadiran Veo 3.1 Lite menjadi bagian dari strategi Google untuk memperluas akses terhadap teknologi AI video.
Dengan biaya lebih rendah dan kemampuan tetap kompetitif, model ini diharapkan dapat digunakan oleh lebih banyak pengembang, startup, hingga kreator independen. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Google dalam persaingan teknologi AI generatif, khususnya di bidang pembuatan konten audiovisual.
Veo 3.1 Lite hadir sebagai solusi AI video lebih hemat tanpa mengorbankan performa utama. Dengan fitur lengkap, biaya lebih rendah, dan integrasi ke ekosistem Google, model ini berpotensi menjadi pilihan utama bagi pengembang yang ingin memanfaatkan teknologi AI video secara efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)





