Pesawat Hercules Bawa Rp1 Triliun Jatuh, 30 Persen Uang Raib Dijarah

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jakarta — Insiden kecelakaan pesawat angkut militer Hercules C-130 yang membawa uang tunai dalam jumlah besar terjadi di Bandara Internasional El Alto, Bolivia. Kecelakaan tersebut tidak hanya menewaskan puluhan orang, tetapi juga memicu aksi penjarahan uang oleh warga di lokasi kejadian.

Pesawat Hercules tersebut diketahui mengangkut sekitar 17,1 juta lembar uang kertas milik Bank Sentral Bolivia (Banco Central de Bolivia/BCB) dengan total nilai mencapai 423 juta bolivianos atau setara sekitar Rp1 triliun.

Kecelakaan dilaporkan terjadi sesaat setelah pesawat melakukan pendaratan pada akhir Februari 2026.

Menurut laporan otoritas setempat, pesawat mengalami kecelakaan di area bandara dan menyebabkan badan pesawat rusak parah serta muatan uang berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Warga yang berada di sekitar bandara kemudian berdatangan dan mengambil uang tunai yang tercecer di area kecelakaan.

Situasi di lokasi sempat tidak terkendali karena jumlah warga yang datang terus bertambah. Aparat kepolisian Bolivia akhirnya terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan warga yang berusaha mengambil uang dari lokasi kecelakaan.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi pesawat yang rusak parah di darat serta sejumlah kendaraan yang ikut terdampak.

Dalam video lain terlihat warga berlari menjauhi aparat sambil membawa uang, sementara sebagian lainnya melempari petugas dengan batu.

Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia menyebut situasi di lokasi kecelakaan sangat berbahaya, bahkan sejumlah jurnalis dilaporkan mendapat serangan saat meliput peristiwa tersebut.

“Saat kru berita meliput kecelakaan itu, individu yang mencoba mencuri uang yang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasa,” demikian pernyataan Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia yang dikutip dari laporan BBC.

Berdasarkan laporan pemerintah Bolivia yang dikutip kantor berita AFP, sekitar 30 persen dari uang yang diangkut pesawat tersebut dilaporkan telah dijarah warga setelah kecelakaan terjadi.

Bank Sentral Batalkan Seluruh Uang

Menanggapi kejadian tersebut, Bank Sentral Bolivia mengambil langkah tegas dengan membatalkan seluruh uang kertas yang diangkut dalam pesawat Hercules tersebut.

Uang dengan nomor seri tertentu dinyatakan tidak lagi memiliki nilai hukum dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Presiden Bank Sentral Bolivia, David Espinoza, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk mencegah uang hasil penjarahan digunakan di masyarakat.

“Saya ingin memperjelas kepada mereka yang mencoba mengambil uang dari pesawat yang terlibat dalam tragedi ini bahwa uang ini tidak memiliki nilai hukum. Upaya untuk menggunakan uang ini adalah kejahatan,” ujarnya.

Bank Sentral Bolivia juga menyediakan sistem pengecekan nomor seri uang melalui situs resmi agar masyarakat dapat memastikan apakah uang yang mereka miliki masih berlaku atau tidak.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Bolivia Marcelo Salinas mengimbau masyarakat untuk menghormati masa berkabung dan tidak melakukan tindakan kriminal di lokasi kejadian.

“Kami meminta semua pihak yang melakukan tindakan vandalisme di daerah ini untuk menahan diri dan menghormati masa berkabung dan duka yang kami alami di masa sulit ini,” kata Salinas.

Hingga saat ini, pemerintah Bolivia masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan pesawat Hercules tersebut, termasuk kemungkinan faktor teknis, kesalahan operasional, maupun faktor lainnya yang menyebabkan pesawat mengalami kecelakaan saat pendaratan.

Peristiwa ini menjadi sorotan internasional karena tidak hanya merupakan kecelakaan pesawat yang menewaskan puluhan orang, tetapi juga diikuti aksi penjarahan uang dalam jumlah besar serta keputusan langka bank sentral yang membatalkan uang yang telah beredar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Studi: Sering Konsumsi Makanan Ultra-Proses Berisiko Ganggu Kesehatan Tulang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Grobogan, Perjalanan Sejumlah KA Jakarta-Surabaya Terganggu
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
BGN Beri Peringatan 2.100 SPPG: 1.789 Lainnya Dihentikan Sementara Operasionalnya untuk Program MBG
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Menag Ingatkan ASN, Layanan Publik Tetap Prioritas meski WFH Jumat
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar Pantau Langsung Sawah yang Alami Kekeringan di Luwu
• 12 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.