Aktor Oka Antara mengungkap persiapannya dalam menjalani berbagai adegan aksi di film layar lebar terbaru produksi Solid Cinematic Dreams berjudul Kapal Terbang.
Demi mendalami perannya, Oka rutin mengikuti workshop fighting. Latihan tersebut ia jalani agar gerakan dalam adegan aksi terlihat lebih natural dan tidak kaku di layar.
“Lebih ke workshop fighting. Jadi memang ini kan filmnya tentang pembajakan pesawat. Jadi memang ada adegan fighting, selain itu juga ada adegan seperti turbulensi,” ujar Oka Antara kepada wartawan di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.
Meski porsi adegan aksi dalam film ini tidak terlalu dominan, Oka menilai latihan tetap penting untuk memberikan kesan realistis pada setiap adegan.
“Fighting-nya memang ada beberapa, meskipun enggak terlalu banyak karena film ini lebih fokus ke drama. Tapi adegan action-nya ada menjelang akhir,” jelasnya.
Tak hanya itu, Oka juga mendapat pelatihan terkait penggunaan senjata untuk menunjang beberapa adegan. Ia memastikan seluruh proses tetap aman karena senjata yang digunakan hanyalah properti.
“Pegang senjata juga belajar, meskipun yang kita pakai itu airsoft, bukan senjata asli. Ada pistol seperti Beretta, Uzi, sampai AK-47. Jadi kita harus mengenal armory-nya dengan jelas,” ungkap Oka.
Selain adegan aksi, tantangan lain yang dihadapi Oka adalah saat menjalani adegan turbulensi di dalam pesawat. Ia bersama para pemain lain harus menyelaraskan gerakan agar adegan terlihat realistis.
“Pesawatnya dibuat dengan sistem hidrolik, jadi bisa naik-turun untuk menciptakan efek turbulensi. Adegan ini cukup tricky karena gerakannya harus kompak,” ujarnya.
Film Kapal Terbang sendiri terinspirasi dari peristiwa nyata pembajakan pesawat Garuda Indonesia GA 206 jenis McDonnell Douglas DC-9 “Woyla” pada 28 Maret 1981. Peristiwa tersebut dikenang sebagai operasi pembebasan sandera yang menegangkan oleh pasukan khusus Indonesia di Bangkok, Thailand.
Selain Oka Antara, film ini juga dibintangi oleh Naysilla Mirdad, Jeremy Thomas, dan Tengku Rifnu Wikana.





