Hemat Energi, Malaysia Naikkan Suhu AC di Seluruh Kantor Pemerintah

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Malaysia telah memutuskan untuk menaikkan suhu pendingin ruangan atau air conditioner (AC) di seluruh kantor pemerintahan sebagai bagian dari langkah penghematan biaya guna menekan konsumsi energi.

Kepala Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, mengatakan keputusan tersebut diambil oleh kabinet dan akan berlaku di semua kantor pemerintah, tidak hanya di lingkungan MACC.

“Berdasarkan instruksi kabinet, suhu AC akan dinaikkan, dan kami kemungkinan diizinkan mengenakan pakaian yang lebih kasual ke kantor seiring peningkatan suhu tersebut,” ujar Azam dalam sesi media bersama Satuan Tugas Multi-Agensi di kantor pusat MACC pada Kamis (2/4), dikutip dari The Strait Times.

“Kami mungkin bisa mengenakan kemeja lengan pendek dan sejenisnya,” tambahnya.

Azam menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengelola penggunaan energi sekaligus menekan belanja pemerintah.

Langkah penghematan terbaru ini muncul di tengah gangguan rantai pasok global yang dipicu perang di Iran, yang mendorong kenaikan harga batu bara dan gas alam, dua komoditas yang banyak diimpor Malaysia untuk pembangkit listrik.

WFH Hemat BBM

Adapun pada Rabu (1/4), Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengumumkan bahwa kementerian federal, lembaga pemerintah, badan berkanun, serta entitas terkait pemerintah akan menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai 15 April.

Dikutip dari AFP, Jumat (3/4), Malaysia mulai merasakan dampak dari perang di Iran terhadap pasokan BBM.

“Kabinet telah menyepakati kebijakan work from home. Tujuannya untuk mengurangi konsumsi BBM dan memastikan pasokan energi yang stabil,” kata Anwar dalam pengarahan khusus pada Rabu (1/4) malam.

Anwar tidak memberikan detail lebih lanjut. Ia mengatakan informasi lebih lanjut akan segera diumumkan.

Malaysia memberikan subsidi BBM yang besar. Warga yang memenuhi syarat hanya membayar 1,99 ringgit (sekitar Rp 8 ribu) per liter bensin. Karena harga minyak dunia melonjak dan Iran tetap menutup Selat Hormuz.

Anwar mengatakan kuota BBM subsidi akan dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Sementara harga BBM non subsidi akan tetap mengikuti harga pasar global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok Beras Melimpah, Bos Bulog Minta Warga Tak Panik
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ratusan Jemaah Multazam Utama Tour Mantapkan Manasik Tahap Kedua
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Bitung M 7,6: Gempa Susulan Membuat Warga Cemas
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Pascagempa Maluku Utara, Puluhan Rumah dan Tempat Ibadah di Ternate Rusak Berat
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
OJK dan BEI Tuntaskan 4 Reformasi Pasar Modal, Bagaimana Dampak ke Bursa Saham?
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.