Buku Sejarah Islam Kaltim Tekankan Pentingnya Merawat Toleransi dalam Keberagaman

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Peluncuran buku berjudul Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik di Samarinda menyampaikan pesan penting tentang upaya merawat toleransi dalam kehidupan masyarakat.

Penulis sekaligus sejarawan publik Muhammad Sarip mengatakan, "Pelajaran dari figur tokoh zaman dulu itu menghidupkan agama Islam untuk harmonisasi kehidupan masyarakat," ungkapnya.

Ia menjelaskan buku tersebut mengulas perjalanan dakwah Islam di Kalimantan Timur selama empat setengah abad sejak tahun 1575 hingga 2025 secara komprehensif.

Sarip juga menyebut literatur sejarah terkait perkembangan Islam di Kaltim belum diperbarui selama tiga dekade sehingga kehadiran buku ini menjadi referensi baru bagi masyarakat.

Proses Penulisan dan Distribusi Buku

Proses penyusunan buku dilakukan selama tiga bulan melalui diskusi mendalam dan penulisan intensif oleh tim ahli.

Penyusunan naskah didukung oleh Pusat Studi Lokal Komunitas Samarinda Bahari serta pengumpulan data dari keluarga keturunan ulama.

Penulis memastikan buku tersebut akan didistribusikan ke berbagai perpustakaan daerah agar mudah diakses, khususnya oleh generasi muda.

Sarip juga membuka ruang masukan dari pembaca untuk penyempurnaan isi buku di masa mendatang.

Inspirasi Toleransi dan Generasi Emas

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalimantan Timur Prof Abdunnur mengatakan, "Interaksi ajaran agama yang berpadu dengan dinamika budaya lokal Kaltim pada akhirnya menjadi kekuatan tersendiri bagi harmonisasi kehidupan bermasyarakat hingga saat ini," ujarnya.

Ia menilai nilai egaliter yang diajarkan ulama terdahulu mampu membangun kesetaraan tanpa membedakan ras, suku, maupun latar belakang agama.

Abdunnur meyakini buku tersebut dapat menjadi inspirasi dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 serta menjadi referensi dalam forum internasional Konsortium Universiti Universitas Borneo pada Juli 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemain Arema FC Tak Ingin Diremehkan Saat Melawan Tim Papan Atas
• 9 jam lalubola.com
thumb
Libur Paskah, Penyeberangan Ambon–Seram Dibuka 24 Jam
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Temui ExxonMobil, Dony Oskaria Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gubernur Kalbar Respons Kritik 2 Bocah soal Jalan Rusak: Ada Pemainnya
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kala Jempol Warganet RI Lebih Cepat dari Pernyataan Resmi
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.