Demak: Bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang meluas. Kini, sebanyak enam desa terdampak banjir.
"Enam desa terdampak banjir tersebut, tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Demak dari sebelumnya hanya beberapa desa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono di Demak, Jumat, 3 April 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Sejumlah Desa di Demak Banjir"Kami juga mencatat terdapat empat rumah warga Desa Trimulyo yang jebol karena lokasinya berada dekat tanggul yang jebol," ujar Agus.
Sementara di Kecamatan Karangtengah, terdapat satu desa terdampak banjir, yakni Desa Ploso. Sebanyak 150 rumah dengan jumlah 600 jiwa dan dua tempat ibadah terdampak.
Lokasi tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026). ANTARA/HO. BPBD Demak
Kemudian di Kecamatan Wonosalam, terdapat satu desa terdampak, yakni Desa Lempuyangan. Sedangkan jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan juga.
"Genangan banjir di masing-masing desa bervariasi, antara 20 sentimeter (cm) hingga 80 cm," jelas dia.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain koordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimcam, asesmen wilayah terdampak, distribusi karung zak untuk penanganan darurat tanggul, penyediaan lokasi pengungsian di beberapa titik, seperti balai desa dan kantor kecamatan.
"Saat ini, debit air di beberapa dukuh seperti Solowere dan Solondoko masih tinggi. Warga terdampak telah dievakuasi ke Balai Desa Trimulyo. Tanggul yang jebol di Dukuh Soondoko, Desa Trimulyo dilaporkan sepanjang sekitar 30 meter," ungkap Agus.



