JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat, mengeluhkan tumpukan sampah di lingkungannya mengeluarkan bau menyengat hingga penuh belatung dan tikus.
Sudah satu bulan sampah menumpuk di lingkungan tempat tinggal mereka.
Warga bernama Royyan (48) pun menantang Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk datang dan merasakan langsung kondisi mereka yang berdampingan dengan sampah.
"Coba deh bayangin kalau misalnya Pak Pramono nih sehari aja di sini. Pasti enggak betah. Enggak bakal dia betah sehari aja tinggal di sini, suruh tidur di rusun sini, Angke," kata Royyan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Kesabaran Habis, Warga Rusun Angke Tantang Pramono Rasakan Bau Sampah di Sana
Royyan juga menyoroti janji pemerintah yang mendorong warga Jakarta tinggal di rusunawa karena minimnya lahan, tetapi kondisi rusun yang ada jauh dari layak.
"Padahal katanya kalau ngomong rumah, warga Jakarta disuruh tinggal di rusun aja. Tapi lihat sendiri aja rusun kondisinya kayak begini. Jangan cuma dilihatin yang bagusnya aja," ucap dia.
Tumpukan sampah yang menumpuk hampir sebulan tersebut menutup gang-gang warga, menghalangi akses sepeda motor, dan memunculkan berbagai potensi penyakit.
"Saya pusing lihat belatung. Tikus gede-gede, kecoa, lalat. Jadinya ya, enggak nyaman lah kami juga gitu. Karena mau ngapa-ngapain bau, bikin penyakit kan ini," kata Royyan.
Ia meminta pemerintah lebih serius menangani persoalan sampah, terutama bagi warga dengan keterbatasan ekonomi.
"Jangan mentang-mentang kita ini orang-orang susah, kita ini yang tinggalnya di tempat-tempat kayak gini kan jadi enggak dipikirin nasibnya gitu loh," imbuh dia.
Imbas kondisi ini, anak-anak di lingkungan rusun terpaksa bermain jauh dari area hunian.
"Aduh. Bukan bau-bau lagi, parah banget. Apalagi saya punya anak kecil juga kan. Lalatnya paling parah, apalagi kalau ditambah hujan. Ada belatung ya pada naik ke situ. Bukan terganggu lagilah," ujar Ika, Ketua RT 10 RW 03.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Permukiman warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat dipenuhi tumpukan sampah, Jumat (3/4/2026)
Masalah sistemik pengangkutan sampah
Warga menekankan, masalah ini bukan hanya imbas longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, tetapi terkait pengelolaan sampah yang tidak rutin dan tebang pilih.
Ketua RT 07 RW 11, Suherman menjelaskan, sampah yang diangkut sering hanya bagian depan. Sedangkan bagian belakang dan gang-gang sempit kerap dibiarkan menumpuk hingga meluber ke jalan.