REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan penyebab hujan es disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kota Bandung, Jumat (3/4/2026). Akibat kejadian itu, puluhan pohon tumbang dan sebagiannya menimpa bangunan rumah dan mobil.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, hujan es yang terjadi di Kota Bandung, Jumat (3/4/2026) siang akibat terjadinya masa peralihan musim hujan ke kemarau."Saat ini di pertama April 2026 wilayah Bandung dan sekitarnya masih dalam periode musim hujan menuju masa peralihan musim,"ucap dia, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga
Ini Ancaman Hukuman Bagi Calon Jamaah Haji Ilegal yang Bisa Masuk ke Arab Saudi
Nggak Ada Skill tapi Mau Kerja? Jangan Heran Kalau Lowongan Banyak tapi Tetap Nganggur
Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 118 Persen pada Angkutan Lebaran 2026
Ia mengatakan, masa peralihan musim ditandai mulai melemahnya dominasi angin baratan dan mulai masuknya angin timuran ppada masa peralihan musim atau pancaroba. Penanda lainnya, ujar dia, Pertumbuhan awan Cumulonimbus masih masif dan ketidakstabilan atmosfer.
Hujan Deras (ilustrasi) - (timeslive.co.za)
Teguh mengatakan, awan cumulonimbus akibat arus udara kuat sering terjadi pada musim pancaroba. Fenomena ini ditandai dengan udara panas atau gerah sehari sebelumnya, hujan lebat mendadak, petir, dan angin kencang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Hujan es terjadi dalam waktu singkat, butiran es dapat berdiameter antara 5 mm hingga lebih dari 15 cm terbentuk akibat udara panas yang naik membawa uap air, menciptakan awan Cb," kata dia.
"Terus saudara juga kirim WA, di kompleks rumahnya ada benteng ambruk terus loteng tetangganya rusak terbawa angin,"kata dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)