Sejumlah Pengusaha Rokok Dikonfirmasi KPK terkait Importasi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan pemanggilan sejumlah pengusaha rokok belakangan. Mereka dipanggil terkait dugaan suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.

“Tentu keterangan dari para saksi ini dibutuhkan sekaligus untuk mengkonfirmasi dari temuan atau bukti-bukti lain,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 3 April 2026.

Budi enggan memerinci barang bukti yang dimiliki penyidik untuk dikonfirmasi kepada para pengusaha rokok. Dalam kasus ini, sebagian besar barang bukti ditemukan dalam safe house di sejumlah lokasi.

“Yang sudah dikumpulkan oleh penyidik baik dalam rangkaian kuristima tertangkap tangan, dalam kegiatan pengledahan ataupun dari keterangan tersangka dan saksi,” ujar Budi.
 

Baca Juga :

Kasus Suap Importasi, KPK Minta Pengusaha M Suryo Kooperatif

Tidak semua pengusaha rokok kooperatif dalam kasus ini. Mereka yang tidak hadir bakal dipanggil ulang dalam waktu dekat.

“Dalam kesempatan ini mengimbau kepada saksi-saksi yang sudah dicatwalkan, dipanggil namun belum memenuhi panggilan penyidik ke depan agar kooperatif memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang dibutuhkan,” ucap Budi.

KPK mengembangkan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai. Pegawai Ditjen Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BPP) ditangkap.


Jubir KPK Budi Prasetyo/Metro TV/Candra

Penyidik langsung membawa Bayu ke Gedung Merah Putih KPK usai ditangkap. Sebelum upaya paksa itu dilakukan, KPK lebih dulu menetapkan Budiman sebagai tersangka.

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Rizal (RZL); Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Sispiran Subiaksono (SIS); Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea dan Cukai Orlando Hamonangan (ORL); Pemilik PT Blueray (BR) John Field; Ketua Tim Dokumentasi Blueray Andri (AND); dan Manager Operasional Blueray Dedy Kurniawan (DK).

Mereka terseret kasus dugaan rasuah terkait importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11 Gim Terbaru 2026 paling Dinantikan: Tren dan Prediksi Industri
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Trump Sesumbar Tak Butuh Selat Hormuz di Tengah Lonjakan Harga BBM
• 15 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Simak Info Pencairan KJP Plus 2026 Tahap 1 untuk Februari di Bulan Ini
• 8 jam laludetik.com
thumb
WFH Setiap Jumat, ASN Jangan Senang Dulu Pemerintah Pantau via Geo-Location Agar Tak Liburan Long Weekend
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di Daerah
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.