WFH Setiap Jumat, ASN Jangan Senang Dulu Pemerintah Pantau via Geo-Location Agar Tak Liburan Long Weekend

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menutup rapat celah penyalahgunaan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukan setiap hari Jumat dalam sepekan.

Alih-alih menjadi kesempatan “long weekend”, WFH setiap hari Jumat justru diawasi ketat dengan teknologi pelacakan lokasi untuk memastikan ASN tetap bekerja secara disiplin.

Melalui kebijakan transformasi budaya kerja yang sejalan dengan gerakan hemat energi, pemerintah menegaskan bahwa fleksibilitas kerja bukan berarti pelonggaran tanggung jawab.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan telah menerbitkan surat edaran Nomor 800.1.5/3349/SJ yang menjadi dasar pengawasan implementasi WFH di pemerintah daerah.

Mendagri Tito Karnavian
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa pola kerja baru ini tidak boleh diselewengkan menjadi waktu libur tambahan.

“Kita bisa meyakinkan bahwa untuk meyakinkan bahwa ASN itu benar-benar melaksanakan working from home dan kemudian handphone mereka juga diminta untuk aktif sehingga dapat diketahui lokasinya melalui geo-location,” ucap Tito, dalam keterangannya, Jumat (4/3/2026).

Dengan sistem geo-location, pergerakan ASN selama jam kerja dapat dipantau secara real time. Skema ini mengingatkan kembali pada pola pengawasan saat pandemi COVID-19, ketika disiplin kerja jarak jauh menjadi perhatian utama pemerintah.

Namun, tidak semua ASN mendapat privilese WFH. Pemerintah memastikan sektor-sektor vital tetap berjalan normal dari kantor. 

Layanan publik yang bersifat esensial—mulai dari kedaruratan, ketertiban umum, kebersihan, persampahan, hingga kesehatan dan pendidikan—tetap wajib beroperasi secara langsung.

Bahkan di tingkat paling dekat dengan masyarakat, camat dan lurah tidak termasuk dalam skema WFH demi menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Camat dan lurah juga itu dikecualikan artinya tetap melaksanakan working from office,” tegasnya.

Kebijakan ini menegaskan garis tegas pemerintah: WFH adalah instrumen efisiensi energi dan transformasi kerja, bukan celah untuk menurunkan produktivitas.

Evaluasi ketat pun telah disiapkan. Dalam dua bulan ke depan, efektivitas kebijakan akan dikaji secara menyeluruh, sementara pemerintah daerah diwajibkan menyampaikan laporan rutin setiap bulan terkait dampak dan efisiensi yang dihasilkan. (agr/muu)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Guru Besar Trisakti: WFH Jumat Dorong Transformasi Budaya Kerja ASN
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Pameran INDOMAEX-IIES 2026 Buka Peluang Ekspansi Bisnis Pasar Global
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Usut Dugaan Penggelapan Dana PT DSI, Bareskrim Polri Periksa 90 Saksi dan Sita Aset Senilai Rp300 Miliar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Investasi Jember Melejit 70 Persen di 2025, Inflasi Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Harga
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Viral di Medsos: Lantunan Takbir Suporter Bosnia Saat Pastikan Tiket Piala Dunia 2026 dan Bikin Italia Menangis
• 21 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.