Bekasi (ANTARA) - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid melepas tim panjat tebing Indonesia untuk bersaing dalam Kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tim Merah Putih akan menjalani langkah berat demi bisa menuju Aichi-Nagoya, Jepang, dengan menjalani kualifikasi World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China.
Nantinya Indonesia akan mencoba merebut dua tiket otomatis untuk bisa lolos dalam setiap nomor yang dipertandingkan dengan syarat menembus delapan besar pada nomor speed atau nomor lead dan boulder.
"Kalau untuk otomatis kan, ya cuma dua tiket untuk tiap negara memenuhi pendelegasian dalam setiap kategori, pria dan wanita gitu ya. Jadi memang sangat terbatas," kata Yenny Wahid dalam konferensi pers di Bekasi, Jumat.
Baca juga: Pelatih: Persaingan di internal sektor putra ketat
Yenny optmistis dengan persiapan yang dilakukan oleh tim Merah Putih membuahkan hasil yang sangat menjanjikan nantinya.
Terlebih menurut Yenny saat ini tim panjat tebing Indonesia mempunyai komposisi atlet-atlet yang sangat merata dengan kualitas per individunya berada di atas rata-rata atlet internasional pada umumnya.
"Atlet-atlet kita itu sesungguhnya kemampuannya melebihi kemampuan banyak atlet-atlet di luar Indonesia. Tapi ya kuotanya tiap negara memang cuma hanya dua per kategori. Jadi memang ini dilema, ya," ujar Yenny.
Indonesia akan berangkat menuju China pada Minggu (5/4) malam. Nantinya Veddriq Leonardo dan kawan-kawan dijadwalkan akan menjalani sesi latihan dan adaptasi terhadap venue dan cuaca mulai 7 hingga 8 April sebelum tampil dalam kualifikasi pada 9 April.
Baca juga: Sembilan atlet panjat tebing speed berjuang di Kualifikasi AG 2026
Tim Merah Putih akan menjalani langkah berat demi bisa menuju Aichi-Nagoya, Jepang, dengan menjalani kualifikasi World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China.
Nantinya Indonesia akan mencoba merebut dua tiket otomatis untuk bisa lolos dalam setiap nomor yang dipertandingkan dengan syarat menembus delapan besar pada nomor speed atau nomor lead dan boulder.
"Kalau untuk otomatis kan, ya cuma dua tiket untuk tiap negara memenuhi pendelegasian dalam setiap kategori, pria dan wanita gitu ya. Jadi memang sangat terbatas," kata Yenny Wahid dalam konferensi pers di Bekasi, Jumat.
Baca juga: Pelatih: Persaingan di internal sektor putra ketat
Yenny optmistis dengan persiapan yang dilakukan oleh tim Merah Putih membuahkan hasil yang sangat menjanjikan nantinya.
Terlebih menurut Yenny saat ini tim panjat tebing Indonesia mempunyai komposisi atlet-atlet yang sangat merata dengan kualitas per individunya berada di atas rata-rata atlet internasional pada umumnya.
"Atlet-atlet kita itu sesungguhnya kemampuannya melebihi kemampuan banyak atlet-atlet di luar Indonesia. Tapi ya kuotanya tiap negara memang cuma hanya dua per kategori. Jadi memang ini dilema, ya," ujar Yenny.
Indonesia akan berangkat menuju China pada Minggu (5/4) malam. Nantinya Veddriq Leonardo dan kawan-kawan dijadwalkan akan menjalani sesi latihan dan adaptasi terhadap venue dan cuaca mulai 7 hingga 8 April sebelum tampil dalam kualifikasi pada 9 April.
Baca juga: Sembilan atlet panjat tebing speed berjuang di Kualifikasi AG 2026





