Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melakukan rangkaian pertemuan dengan berbagai tokoh di Indonesia. Kunjungan ini adalah rangkaian langkah diplomatik Iran di tengah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasannya.
Terbaru, Boroujerdi bertemu dengan cendekiawan Islam sekaligus mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Sebelumnya, dia telah bertemu dengan Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden ketujuh Joko Widodo, dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.
Dia mengatakan langkah diplomatik ini dilakukan untuk menyampaikan perkembangan terkini di kawasan serta menggalang dukungan bagi kampanye anti-perang secara global.
Berikut adalah daftar kunjungan dan ringkasan pertemuan Boroujerdi.
Boroujerdi berkunjung ke kediaman Din Syamsuddin pada Jumat (3/4). Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam Marfuah Musthofa, dan perwakilan Al Washliyah serta Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (Bakomubin).
Din Syamsuddin secara tegas menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Iran, serta mengajak umat Islam untuk tidak terpecah-belah perbedaan latar belakang. Dia juga berharap konflik segera berakhir dan Iran dapat kembali bangkit.
"Sekali lagi, kami atas nama ormas-ormas Islam juga menyerukan persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat," ujarnya, dikutip dari Antara.
Ia juga mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam upaya adu domba yang memanfaatkan perbedaan sektarian antara Sunni dan Syiah, maupun etnisitas antara Arab dan Persia.
Joko Widodo dan Diskusi Kawasan di SoloSebelumnya, Boroujerdi juga berkunjung ke kediaman Joko Widodo pada Rabu (1/4). Pertemuan keduanya membahas stabilitas kawasan Teluk yang kian memanas.
Berdasarkan akun Kedutaan Besar Iran di Instagram, ada tiga hal yang dibahas. Ini termasuk perkembangan kawasan, situasi terkini yang timbul akibat perang yang dipaksakan terhadap Iran, serta dampak kemanusiaan dan ekonomi yang ditimbulkannya.
Dubes yang menjabat sejak 2023 tersebut juga menegaskan hak sah rakyat Iran untuk membela diri sesuai dengan hukum internasional. Ini mengingat pihak AS dan Israel yang memulai peperangan.
“Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional,” kata Jokowi, dikutip dari akun Instagram resminya.
Dua Kali Bertemu MegawatiSejak perang di Iran pecah, Boroujerdi tercatat telah dua kali mengunjungi Megawati. Terakhir, dia mengunjungi Megawati pada hari pertama Idulfitri 2026. Sebelumnya, keduanya juga bertemu ketika Megawati memberi selamat atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Surat diberikan kepada Mohammad Boroujerdi yang mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta. Saat pertemuan, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPP PDIP, yaitu Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, serta Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto.
Sebelumnya, pada 3 Maret 2026, Megawati mengirimkan surat ke Pemerintah Republik Islam Iran untuk menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut.
Pertemuan dengan Jusuf KallaPertemuan penting lainnya dilakukan Boroujerdi dengan menemui Jusuf Kalla atau JK di kediaman pribadinya di Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026. Kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dan mencari solusi praktis guna meredam ketegangan.
JK mengatakan inti pertemuan tersebut adalah pemaparan kondisi terbaru di Iran terkait perlawanan rakyat dan korban sipil akibat perang Iran dan Amerika Serikat. Pemerintah Iran berharap dukungan dari umat Islam, termasuk dari pemerintah Indonesia.
Namun, dia menekankan kemungkinan mediasi masih akan dibicarakan lebih lanjut antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat. Alhasil, proses perdamaian akan tergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat dalam perang tersebut.




