REPUBLIKA.CO.ID,INDRAMAYU — Jumlah desa yang terdampak banjir di Kabupaten Indramayu mengalami peningkatan yang signifikan.
Penambahan itu terlihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait statistik lingkungan hidup dan multi domain tahun 2024 sampai 2025. Dari data itu terlihat, jumlah desa terdampak banjir di Kabupaten Indramayu pada 2024 mencapai 17 desa, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 23 desa.
Baca Juga
Deretan Pelanggaran Berat yang Dilakukan AS Selama Perang di Iran
Dari Kumuh ke Layak Huni, 152 Rumah di Menteng Tenggulun Direnovasi
Ini Ancaman Hukuman Bagi Calon Jamaah Haji Ilegal yang Bisa Masuk ke Arab Saudi
Ketua Fraksi PDIP DPRD Indramayu, Edi Fauzi menilai, penambahan jumlah desa terdampak banjir itu tidak berbanding lurus dengan penyampaian bupati Indramayu pada Nota Penjelasan LKPJ 2025.
"Dalam nota penjelasan LKPJ 2025 bupati Indramayu terkait kinerja pemerintah daerah tentang pencegahan dan penanggulangan banjir, capaiannya sebesar 108,21 persen. Tapi nyatanya jumlah desa terdampak banjir justru naik. Jadi tidak sinkron,”kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Atas dasar tersebut, Edi menilai Pemkab Indramayu gagal dalam mitigasi bencana banjir. Hal itu akhirnya menyebabkan jumlah desa terdampak banjir akhirnya mengalami kenaikan yang signifikan.
Edi menjelaskan, peningkatan desa terdampak banjir juga terjadi di wilayah perkotaan di Indramayu. Padahal, wilayah itu merupakan jantung pusat pemerintahan di Kabupaten Indramayu."Di Kecamatan Indramayu misalnya, yang tadinya hanya empat desa yang terdampak banjir, meningkat menjadi enam desa,"kata dia.
Banjir rob yang melanda Desa Eretan Wetan, Indramayu.