Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, melepas peserta Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Program ini bertujuan mempercepat digitalisasi pembelajaran sekaligus menjembatani kesenjangan akses pendidikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Program ini diinisiasi sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam percepatan digitalisasi pembelajaran untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya di wilayah 3T dan daerah dengan keterbatasan layanan pendidikan," dikutip dari akun Instagram Kemensetneg RI, Jumat (3/4).
Dalam arahannya, Gibran menegaskan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan kini menjadi kebutuhan.
"Transformasi digital harus beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pemanfaatannya mampu meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi baru," lanjut unggahan itu.
Eks Wali Kota Solo ini menekankan, digitalisasi pendidikan bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan pola pikir dan cara belajar.
Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.
Sebanyak 150 alumni LPDP akan ditempatkan di 150 sekolah dasar di Sumedang, Kupang, Halmahera Utara, dan Merauke selama tiga bulan.
Mereka akan mendampingi guru dalam pemanfaatan teknologi serta penguatan pembelajaran berbasis digital.





