Sebanyak 200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) diberangkatkan ke Jepang melalui program SMK Go Global. Program ini diinisiasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM) bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan PT Angkasa Pura.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, mengatakan pada tahap awal sekitar 50 PMI diberangkatkan pada Jumat (3/4) malam.
"Malam ini dimulai dari lima puluhan untuk berangkat ke Jepang dengan kontrak 5 tahun," kata Cak Imin saat acara pelepasan di Bandara Soekarno-Hatta.
Para PMI yang merupakan lulusan SMK tersebut telah mendapatkan pelatihan sebelum diberangkatkan.
"Sudah, sudah (pelatihan). Tidak boleh berangkat sebelum siap. Langsung kerja," ungkap Cak Imin.
Sektor Kerja dan Asal PesertaPara PMI akan bekerja di sektor manufaktur di Jepang, seperti industri, permesinan, hingga perkeretaapian.
"Ada yang industri, ada yang permesinan, kereta api, macam-macam," tutur Cak Imin.
Dari total 200 PMI:
50 orang berasal dari program CSR PT Angkasa Pura
30 orang dari CSR PT Kereta Api Indonesia
120 orang dari program Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Jepang
Ketum PKB ini menyebut, tren penempatan tenaga kerja ke Jepang meningkat signifikan, dari 53.000 orang pada Desember 2024 menjadi 87.000 orang pada Desember 2025 atau naik sekitar 62%.
"Peluangnya semakin meningkat, jumlahnya semakin membesar. Nah, kebutuhan di Jepang juga semakin tinggi, sehingga kita akan menjadikan Jepang sebagai salah satu prioritas juga," ujar Cak Imin.
Ia mendorong sekolah kejuruan di Indonesia untuk meningkatkan standar global guna menangkap peluang tersebut.
"Saya mengajak kepada semua SMK-SMK untuk terus mengejar kapasitas, kualitas standar global itu. Kita saksikan hari ini, banyak negara maju kekurangan tenaga kerja," ucap Cak Imin.
"Dan itu kesempatan buat anak-anak kita untuk belajar, belajar meningkatkan kualitas dirinya," imbuhnya.
Program SMK Go Global ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Presiden pada rapat terbatas 5 Oktober 2025, dengan penuh semangat beliau mendukung dan memberikan dorongan agar SMK Go Global ini benar-benar setidaknya secepat-cepatnya lulusan-lulusan SMK yang masih belum bekerja menyiapkan diri dan mengambil peluang ini," ujar Cak Imin.





