Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan melakukan pemungutan suara atas resolusi mengenai Selat Hormuz paling cepat Jumat (3/4), kata Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani.
"Resolusi yang diusulkan akan memberi wewenang kepada negara-negara anggota untuk menggunakan "semua cara pertahanan yang diperlukan dan sesuai dengan keadaan, di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya, termasuk di dalam perairan teritorial negara-negara pesisir di dalam atau yang berbatasan dengan Selat Hormuz," kata Al Zayani dilansir dari Antara.
Menurutnya upaya tersebut untuk mengamankan jalur transit dan mencegah upaya menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz. Selain itu, resolusi tersebut juga menuntut agar Iran segera menghentikan semua serangan terhadap kapal dagang dan komersial di selat itu.
"Kami berharap adanya posisi yang bersatu dari Dewan yang terhormat ini selama pemungutan suara yang akan berlangsung pada rancangan resolusi besok," kata Al Zayani dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Dokumen rancangan tersebut sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional, tambah Al Zayani.
Namun, menurut jadwal kerja Dewan Keamanan, tidak ada pertemuan yang direncanakan untuk Jumat.
Baca Juga
- AS Segera Mulai Program Asuransi untuk Kapal-Kapal di Selat Hormuz, Kabar Baik Harga Minyak?
- Daftar Negara yang Kapal Minyaknya Dapat Lampu Hijau Iran Melintasi Selat Hormuz
- Gangguan di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, sebagai bentuk pertahanan diri.
Peningkatan ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mendorong melonjaknya harga energi.





