Api sudah melahap rumah dan dua kendaraan. Tapi armada pemadam kebakaran yang ditunggu-tunggu warga tak kunjung datang. Hal itu bukan karena jauh, melainkan karena kehabisan bahan bakar di tengah jalan.
Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah sekaligus dua kendaraan itu menjadi sorotan publik. Dalam insiden itu, satu orang bernama Ayani (64) mengalami luka bakar.
SPBU Langganan Tutup, BBM Armada Tak TerkontrolSekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi. Ia mengungkapkan, kehabisan bahan bakar armada Damkar dipicu penutupan sementara SPBU yang biasa digunakan untuk pengisian.
"Kondisinya kebetulan di Agam BBM sedang kosong. Salah satu SPBU tempat biasa dilakukan pengisian izinnya dihentikan sementara," kata Lutfi saat dihubungi kumparan, Jumat (3/4).
Ia mengaku, personel pemadam kebakaran kurang melakukan kontrol terhadap kondisi bahan bakar kendaraan, dan memastikan kelalaian ini tidak akan terulang.
"Kawan-kawan kurang kontrol, diharap tidak terjadi lagi. Memang beberapa hari ini SPBU tutup," ucapnya.
Dapat BBM Terlambat, Warga Telanjur EmosiLutfi mengungkapkan, saat kebakaran berlangsung personel Damkar sempat berupaya mencari bahan bakar ke lokasi lain. Namun setelah waktu yang cukup lama akhirnya mendapat pasokan, personel justru ragu untuk menuju lokasi karena warga sudah emosi.
"Ada kelalaian, mungkin dipandang sudah selesai, percuma datang ke situ, warga sudah emosi juga," ungkapnya.
Dua dari Delapan Unit Armada RusakDinas Satpol PP dan Damkar Agam memiliki delapan unit armada pemadam, dua di antaranya dalam kondisi rusak. Unit-unit tersebut tersebar di beberapa pos.
Saat kebakaran terjadi, pos terdekat hanya menurunkan satu unit armada. Adapun unit pemadam berukuran besar tidak dapat masuk ke lokasi kebakaran karena keterbatasan akses jalan.
"Memang dalam kebakaran itu ada korban luka bakar. Saya sudah cek langsung kondisinya di rumah sakit," pungkas Lutfi.





