Dampak ekonomi dari agresi Amerika Serikat terhadap Iran kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Amerika. Untuk pertama kalinya sejak 2022, harga rata-rata bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat secara nasional resmi menembus angka USD4 per galon.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Klub Motor Triple A, harga rata-rata nasional untuk satu galon BBM jenis reguler saat ini mencapai USD4,02. Angka ini menunjukkan lonjakan tajam, dengan kenaikan lebih dari 1 dolar dibandingkan sebelum agresi pecah.
Kondisi ini mengingatkan warga pada krisis energi serupa yang terjadi sekitar empat tahun lalu, tepatnya saat pasar energi global terguncang akibat invasi Rusia ke Ukraina. Bahkan di beberapa negara bagian, situasi dilaporkan lebih parah dengan harga yang jauh melampaui rata-rata nasional.
Baca juga: Teheran Tetap Tenang di Tengah Agresi, Pasar Ramai dan Ekonomi Stabil
Lonjakan harga energi ini mulai mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga di berbagai wilayah, termasuk di Indianapolis. Kenaikan harga bensin memaksa banyak keluarga untuk memutar otak dan melakukan pemangkasan anggaran pada kebutuhan hidup lainnya di tengah tekanan biaya hidup yang kian berat.
Beberapa warga menyatakan rasa frustrasi mereka terhadap situasi yang dianggap mulai tidak terkendali. "Harga bensin ini konyol. Membayar hampir USD4,50 per galon benar-benar di luar kendali," ujar Amber Davis.
Warga lainnya menambahkan bahwa kenaikan ini berdampak langsung pada kualitas hidup keluarga mereka. "Saya harus menggunakan uang yang seharusnya bisa saya habiskan untuk anak-anak saya, sekarang saya harus membatasi itu karena dana terserap untuk membayar lebih banyak bensin sepanjang minggu," keluh Curtis Davis.




