Penyiram Air Keras Bekasi Ingin Lampiaskan Dendam, tapi Tak Mau Korbannya Tewas

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Polisi mengungkap alasan PBU (29) menyerang warga Bekasi, Tri Wibowo (54), menggunakan air keras jenis asam sulfat berkadar 90 persen yang dibeli melalui e-commerce.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni mengatakan, PBI menyusun rencana melukai korban demi membalaskan dendamnya. 

Ia pun melibatkan dua orang suruhannya, MS dan SR, untuk merencanakan penyerangan. 

Baca juga: Pelaku Pakai Gayung Pink untuk Siram Air Keras ke Tubuh Pria di Bekasi

“Dalam pertemuan tersebut, MS sempat mengusulkan menggunakan balok. Namun, usulan itu ditolak PBU karena khawatir korban meninggal dunia mengingat kondisinya yang sedang sakit stroke,” ujar Sumarni dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (3/4/2026).

PBU kemudian mengusulkan penggunaan air keras, yang akhirnya disepakati bersama dua pelaku lainnya.

“Akhirnya tersangka PBU dengan spontan memberikan usul dilukai menggunakan air keras,” ujar Sumarni.

Sumarni menjelaskan, aksi penyiraman tersebut merupakan kejahatan yang direncanakan secara matang melalui empat kali pertemuan.

Pertemuan pertama berlangsung pada Februari 2026 di sebuah warung kopi di Perumahan Bumi Sani. Saat itu, PBU mengungkapkan dendam pribadinya kepada MS yang kemudian berperan sebagai eksekutor.

Pada awal Maret 2026, PBU memperkenalkan MS kepada SR yang berperan sebagai joki, sekaligus menawarkan bayaran Rp 9 juta untuk melukai korban.

Baca juga: Penyiraman Air Keras di Bekasi Terencana Matang, Asam Sulfat Dibeli Tahun Lalu

Selanjutnya, pada 20 Maret 2026, ketiga pelaku membahas rute pelaksanaan serta jalur pelarian. Sehari sebelum kejadian, mereka juga melakukan survei lokasi, termasuk merencanakan pembuangan barang bukti.

Aksi penyiraman kemudian dilakukan pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB, saat korban hendak berangkat shalat subuh.

“Saat korban terlihat, tersangka MS membuka botol berisi asam sulfat lalu menuangkannya ke gayung pink. Tersangka SR kemudian mengendarai motor mendekati korban untuk melakukan penyiraman,” ujar Sumarni.

Usai melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri sekitar pukul 06.00 WIB ke arah Plaza Swalayan Naga Tambun Selatan. Mereka kemudian membuang barang bukti berupa botol dan gayung ke Sungai Kali Jambe.

“Mereka juga berganti pakaian di kawasan Grand Wisata dan membuang pakaian, helm, serta pelat nomor palsu ke Sungai Kali Malang,” kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski telah direncanakan matang, Sumarni menyebut aksi tersebut sempat tiga kali batal dilakukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Gemini Bulan April 2026
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Industri Hulu Migas Dinilai Beri Efek Berganda bagi Ekonomi Daerah
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dendam 8 Tahun, Pengusaha Jok di Bekasi Rancang Penyiraman Air Keras ke Tetangga
• 2 jam lalukompas.com
thumb
MedcoEnergi Teken PSC Cendramas di Lepas Pantai Malaysia
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Praktik Judi Sabung Ayam di Serang Dibongkar, Warga Diimbau Aktif Melapor
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.