BEKASI, KOMPAS.com – Polisi mengungkap peran tiga penyiram air keras terhadap Tri Wibowo (54), warga Perumahan Bumi Sani, Setia Mekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan, pelaku utama dalam aksi tersebut adalah PBU (29), yang merupakan tetangga korban.
"Setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka PBU, diketahui bahwa yang bersangkutanlah yang mempunyai ide, menyediakan alat, sarana prasarana, serta merencanakan kegiatan penyiraman air keras kepada korban," ujar Sumarni saat konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Penyiram Air Keras Bekasi Ingin Lampiaskan Dendam, tapi Tak Mau Korbannya Tewas
Sumarni menjelaskan, pelaku lainnya berinisial MS (28) berperan sebagai eksekutor yang menyiramkan air keras kepada korban menggunakan gayung berwarna pink.
Sementara itu, SR (23) bertugas sebagai joki yang mengendarai sepeda motor saat aksi berlangsung.
Polisi menyebut aksi tersebut merupakan kejahatan yang direncanakan secara matang, dengan tahapan lengkap mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga pascakejadian.
Perencanaan aksi dilakukan melalui empat kali pertemuan.
Baca juga: Pelaku Pakai Gayung Pink untuk Siram Air Keras ke Tubuh Pria di Bekasi
Pada pertemuan pertama pada Februari 2026, PBU mengungkapkan dendamnya kepada MS di sebuah warung kopi di Perumahan Bumi Sani.
Kemudian, pada awal Maret 2026, PBU memperkenalkan MS kepada SR dan menawarkan pekerjaan untuk melukai korban dengan imbalan Rp 9 juta.
Dalam pertemuan tersebut, sempat muncul rencana menggunakan balok untuk menyerang korban.
Namun, PBU menolak karena khawatir korban meninggal dunia mengingat kondisi korban yang sedang sakit stroke.
“Akhirnya tersangka PBU dengan spontan memberikan usul dilukai menggunakan air keras,” ujar Sumarni.
Pertemuan keempat dilakukan pada 20 Maret 2026 untuk membahas rute pelaksanaan dan jalur pelarian.
Sehari sebelum kejadian, para pelaku juga melakukan survei lokasi serta merencanakan pembuangan barang bukti.
Baca juga: 3 Kali Batal Eksekusi, Penyiram Air Keras di Bekasi Sempat Takut Bertemu Korban