Negara Tak Bisa Asal Serba Digital, ADB Beri Catatan Penting Ini!

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Cheryl Ravelo

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan digitalisasi keuangan yang pesat di kawasan Asia harus dibarengi oleh kebijakan yang kuat dan inovatif agar dapat memperkuat sistem sosial dan ekonomi.

‎Hal tersebut disampaikan oleh ADB Institute (ADBI) dalam laporan kuartalannya yang menyoroti peran kebijakan yang tepat untuk menjaga akselerasi perkembangan digital di negara Asia.

‎"Kawasan ini membutuhkan kebijakan yang menutup kesenjangan kemampuan, institusi yang beradaptasi dengan cepat, dan komitmen terhadap inovasi yang memperkuat sistem sosial dan ekonomi daripada memecahbelahnya. Ujian utamanya bukanlah apakah alat digital ada, tetapi apakah alat tersebut dapat dipercaya, dapat digunakan, dan akuntabel dalam skala besar," tulis ADBI.


Baca: Semua Serba AI, Menaker Ogah Pekerja RI Tertinggal: No One Left Behind

‎ADBI mencatat bahwa terdapat bukti di berbagai sektor menunjukkan bahwa dampak digitalisasi bergantung pada tata kelola, keterampilan, dan akses yang adil.

‎Implementasi teknologi seperti smart Ports, ekosistem fintech, agent-based models, telemedisin, dan inisiatif energi digital dapat bekerja dengan baik ketika dipadukan dengan kebijakan institusi yang kuat dan dukungan sumber daya manusia. Sementara saat kebijakan institusi lemah, sistem digital dapat menjadi sumber risiko.

‎"Institusi mampu, sistem digital dapat membantu memberikan layanan yang lebih cepat, pasar yang lebih transparan, dan ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi guncangan," kata ADBI.

‎Di masa depan perlu adanya antisipasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi keuangan karena dapat bergerak lebih cepat daripada regulasi. Sehingga perlu membangun aturan yang lebih jelas untuk transparansi, privasi, dan hak konsumen untuk mengajukan keberatan.

‎"Tujuannya adalah manfaat digitalisasi di Asia dapat dirasakan oleh termasuk bagi perempuan, rumah tangga pedesaan, lansia, dan usaha kecil."

Baca: China Makin Ganas Bakar Uang Saat Amerika Sibuk Perang di Iran

‎ADBI telah merumuskan lima hal penting untuk masa depan digital yang berkelanjutan:

‎1. Layanan digital dapat menjangkau orang-orang yang sering berada di luar rumah dan dirancang dengan pengamanan dan perlindungan yang diperlukan.

‎2. Peningkatan literasi keuangan dapat membantu mendorong adopsi fintech.

‎3. Seiring perkembangan AI, aturan tentang privasi, keamanan, dan akuntabilitas perlu terus diperbarui.

‎4. Rantai pasokan membutuhkan ketahanan yang dibangun berdasarkan visibilitas dan kemampuan, bukan hanya teknologi baru.

‎5. Kemajuan digital akan lebih adil jika pelatihan, dukungan, dan pendanaan juga menjangkau komunitas dan bisnis yang lebih kecil.


(ras/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Perkuat Fintech, Infrastruktur Pembayaran Dorong Ekonomi Digital RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI: Perjalanan kereta api di lintas Maswati-Sasaksaat kembali normal
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Trump Kembali Serang Iran, Hancurkan Jembatan Tertinggi di Timur Tengah
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Ramai Dijodohkan dengan Reza Arap, Begini Reaksi Fuji
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
KPK Geledah Rumah Ono Surono di Indramayu, Diprotes soal Aturan KUHAP Baru
• 5 jam laluokezone.com
thumb
17 Orang Terluka Akibat Kebakaran SPBE Cimuning, Ada yang Luka Bakar 50%
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.